KORUPSI yang sudah lama menggerogoti sebuah instansi pemerintah bisakah diberantas dengan menghadirkan seorang ustad untuk berceramah? Efektifkah? Portal berita Detik.com kemarin melaporkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak ingin agar aparatnya tidak lagi melakukan tindakan korupsi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengundang Kiai Abdullah Gymnastiar atau biasa disapa Aa Gym. Dalam ceramahnya, Aa Gym mengimbau pegawai Pajak supaya bertobat dan melapangkan dada atas tudingan berbagai pihak menyusul terjadinya kasus penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan.
Aa Gym berceramah di Masjid Besar Salahuddin Kantor Direktorat Jenderal Pajak. Masjid itu dipenuhi oleh ratusan pegawai kantor Pajak berseragam putih-hitam. Kiai asal Bandung itu datang untuk memberi pencerahan berupa ceramah dengan judul “Sepekan dalam Langkah Menuju DJP (Ditjen Pajak) Cerah”. Dari spanduk yang dipasang di depan masjid, ceramah siang ini bertema “Warnai Diri dengan Akhlak Mulia”.
Kedatangan Aa Gym merupakan yang pertama kali menyusul terjadinya kasus penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan. Berkali-kali Aa Gym mengajak para aparat Pajak merenung dan berpikir atas langkah yang akan diambil ke depan. “Janganlah silau dengan duniawi, sifatnya hanya sementara. Kalau punya mobil pengen mewah silakan, tapi jangan haram mendapatkannya,” katanya.
Ceramah tentu hanya salah satu cara menyentuh hati para pegawai Pajak agar mereka bisa menghindari korupsi dalam menjalankan kewajiban. Namun yang lebih penting sebetulnya keteladanan pemimpin dan perbaikan sistem. Kalau dua hal itu dibenahi, setengah dari upaya pemberantasan korupsi insya Allah terpenuhi.