infokorupsi
Surat Pembaca
Beranda > Surat Pembaca > Ceramah, Efektifkah Untuk Berantas Korupsi?

Kamis, 22 April 2010

Ceramah, Efektifkah untuk Berantas Korupsi?

KORUPSI yang sudah lama menggerogoti sebuah instansi pemerintah bisakah diberantas dengan menghadirkan seorang ustad untuk berceramah? Efektifkah? Portal berita Detik.com kemarin melaporkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak ingin agar aparatnya tidak lagi melakukan tindakan korupsi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengundang Kiai Abdullah Gymnastiar atau biasa disapa Aa Gym. Dalam ceramahnya, Aa Gym mengimbau pegawai Pajak supaya bertobat dan melapangkan dada atas tudingan berbagai pihak menyusul terjadinya kasus penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan.

Aa Gym berceramah di Masjid Besar Salahuddin Kantor Direktorat Jenderal Pajak. Masjid itu dipenuhi oleh ratusan pegawai kantor Pajak berseragam putih-hitam. Kiai asal Bandung itu datang untuk memberi pencerahan berupa ceramah dengan judul “Sepekan dalam Langkah Menuju DJP (Ditjen Pajak) Cerah”. Dari spanduk yang dipasang di depan masjid, ceramah siang ini bertema “Warnai Diri dengan Akhlak Mulia”.

Kedatangan Aa Gym merupakan yang pertama kali menyusul terjadinya kasus penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan. Berkali-kali Aa Gym mengajak para aparat Pajak merenung dan berpikir atas langkah yang akan diambil ke depan. “Janganlah silau dengan duniawi, sifatnya hanya sementara. Kalau punya mobil pengen mewah silakan, tapi jangan haram mendapatkannya,” katanya.

Ceramah tentu hanya salah satu cara menyentuh hati para pegawai Pajak agar mereka bisa menghindari korupsi dalam menjalankan kewajiban. Namun yang lebih penting sebetulnya keteladanan pemimpin dan perbaikan sistem. Kalau dua hal itu dibenahi, setengah dari upaya pemberantasan korupsi insya Allah terpenuhi.

Nama dan alamat di meja redaksi


Dibaca 3.261 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !

Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Pembaca menulis yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 929
Hari ini :5.675
Kemarin :10.443
Minggu kemarin:79.572
Bulan kemarin:396.528

Anda pengunjung ke 19.163.669
Sejak 01 April 2009
infokorupsi