infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Tengah > Kabupaten Pemalang > Kejari Pemalang Tahan Empat Tersangka Tipikor

Sabtu, 24 September 2011

Kejari Pemalang Tahan Empat Tersangka Tipikor

Pemalang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang menahan empat tersangka kasus korupsi yang terdiri atas tiga perkara terpisah, kemarin. Keempat tersangka yang ditahan itu, mantan dirut Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Ir Sutirto (49), mantan manajer BMT Al Barokah Wahadi (43), mantan ketua PK PNPM Mandiri Pedesaan Warungpring Nur Azizah (30), dan sekretarisnya yang merangkap bendahara Sukron Azis (30).

Penahanan mereka kelanjutan dari proses penyidikan yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir ini. Suasana menjelang penahanan mengharukan. Beberapa kerabat menitikan air mata ketika petugas Kejari membawa mereka masuk ke dalam mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Pemalang pukul 14.00, kemarin.

Kejari Pemalang Sungarpin SH melalui Plt Kasi Pidsus Muhammad SH dan Kasi Intel Edi Suryo SH mengungkapkan, mereka ditahan karena seluruh proses pemeriksaan sudah selesai. Dilengkapi dengan bukti-bukti kesalahan serta adanya audit BPKP terhadap kerugian negara yang dilakukan para tersangka. “Mereka hari ini (Kamis, 22/9-red) mulai kami tahan. Selanjutnya kami serahkan kepada jaksa tindak pidana korupsi di Semarang. Untuk sementara kami titipkan dulu di rutan,” katanya.

Dijelaskan, dalam tindak pidana korupsi yang dituduhkan terhadap mantan dirut PDAU diawali dari adanya pengaduan pihak masyarakat yang dirugikan. Yaitu mengenai pemungutan biaya izin pendirian bangunan tower telekomunikasi seluler.

Dalam praktiknya tersangka memungut setiap izin pendirian tower dan IMB sebesar Rp 112 juta/provider melalui surat edaran. Adapun untuk perpanjangan HO dipungut Rp 35.000.000. Selama melayani perizinan tower sudah ada 22 provider yang masuk. Berdasarkan audit BPKP disebutkan, kerugian negara atas perkara itu sebesar Rp 812 juta. Sedangkan dana yang sudah dikembalikan sebesar Rp 103 juta.

BMT Al Barokah

Sementara untuk kasus di BMT Al Barokah bermula dari adanya program bantuan subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berasal dari pemerintah pusat. Hal itu berlangsung pada 2007-2008.

Menurut Muhammad SH, seharusnya dana tersebut diberikan langsung kepada keluarga sasaran sesuai program dari atas. Namun oleh tersangka diwujudkan dalam bentuk bantuan material. Sedangkan nilai subsidi untuk per rumah seharusnya sebesar Rp 9 juta. Namun yang diberikan hanya Rp 6 juta dalam bentuk material. Dalam kasus itu, berdasarkan audit BPKP, negara dirugikan sebesar Rp 200 juta lebih.

Dalam kasus tindak pidana korupsi di PK PNPM Warungpring dilakukan dengan tidak mengembalikan dana setoran dari anggota untuk digulirkan kembali. Tapi malah dana setoran itu digunakan sendiri. Uang yang digelapkan itu nilainya antara Rp 363 juta sampai Rp 400 juta.

Penasihat hukum tersangka Sutirto dan Wahadi, yakni Ivan Barichsanudin SH yang hadir saat penahanan mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebenarnya para tersangka sudah kooperatif dengan mengembalikan uang yang dituduhkan dipakai. Juga tidak akan melarikan diri. Tapi dia mempertanyakan mengapa kliennya tetap ditahan. (Saiful Bachri)

Sumber: suaramerdeka, Jumat, 23 September 2011

Dibaca 1.082 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 330
Hari ini :1.652
Kemarin :9.298
Minggu kemarin:74.255
Bulan kemarin:311.399

Anda pengunjung ke 17.956.981
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi