infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Banten > Provinsi Banten > Dugaan Korupsi: Dana Hibah Yang Melibatkan Atut Akan Dilaporkan

Selasa, 20 September 2011

Dugaan Korupsi: Dana Hibah yang Melibatkan Atut Akan Dilaporkan

Ratu Atut Chosiyah

Ratu Atut Chosiyah

Tangerang - Indonesia Corruption Watch (ICW) akan melaporkan dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana hibah dan bantuan sosial Provinsi Banten tahun anggaran 2011 sebesar Rp 340 miliar. Menurut temuan lembaga pegiat antikorupsi itu, daftar penerima dana hibah tersebut fiktif. “ICW akan melaporkan dugaan penyimpangan dana hibah dan bantuan sosial ke KPK, Senin besok (kemarin),” kata Ade Irawan dari Divisi Korupsi Politik ICW kepada wartawan kemarin.

Menurut dia, sejumlah data dan fakta yang akan menjadi bahan laporan ICW ke Komisi Pemberantasan Korupsi, seperti hasil verifikasi ICW, ditemukan bahwa 30 persen dari 212 daftar penerima hibah Provinsi Banten fiktif.

Dana itu digulirkan bertepatan dengan pencalonan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Oktober mendatang. Temuan itu di antaranya lembaga atau organisasi penerima fiktif. Nilai nominal yang diterima penerima dana hibah lebih kecil ketimbang yang ditulis dalam anggaran. “Misalnya di anggaran ditulis Rp 500 juta, tapi yang diterima oleh penerima hibah hanya Rp 35 juta,” katanya.

Ade mengatakan program pemberian hibah dan bantuan sosial di Provinsi Banten tidak bisa dilepaskan dari konteks pilkada pada 22 Oktober nanti. Dana hibah disalurkan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak jelas program dan tujuannya, di antaranya pemberian fasilitas umrah kepada 150 tokoh, termasuk kepala desa, di Provinsi Banten dan biaya Safari Ramadan untuk Gubernur mencapai Rp 3,6 miliar.

Dana hibah juga diberikan untuk forum rukun warga, kepala desa, hingga camat. Total dana hibah dan bantuan sosial untuk forum birokrasi mencapai Rp 9.707.905.800. Selain itu, dana hibah untuk pengamanan pilkada Rp 19,5 miliar. Juga untuk forum persatuan istri-istri kepolisian/TNI, kejaksaan, dan kehakiman. Dana hibah pun disalurkan kepada organisasi milik kerabat Gubernur senilai Rp 29 miliar.

Ade mencontohkan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah menerima dana hibah sebesar Rp 750 juta. Dewan Kerajinan dipimpin oleh suami Ratu Atut Chosiyah yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banten, Hikmat Tomet.

Wakil Bupati Rano Karno menilai langkah ICW merupakan upaya penjegalan dan black campaign bagi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno. (Joniansyah, Ayu Cipta, Nanang Sutisna)

Sumber: korantempo, Senin, 19 September 2011

Sumber Foto: matanews.com

Dibaca 2.146 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 690
Hari ini :6.572
Kemarin :10.554
Minggu kemarin:73.797
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.333.582
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi