infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Maluku > Provinsi Maluku > Proyek Bibit Kakao Distan Maluku Sarat Korupsi

Rabu, 10 Agustus 2011

Proyek Bibit Kakao Distan Maluku Sarat Korupsi

Ambon - Bukan hanya tahun 2009, namun proyek bibit kakao di Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku tahun 2010 juga bermasalah. Proyek senilai Rp 2.349.360.000,- ini sarat korupsi. Betapa tidak, yang harus disalurkan ke Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Kabupaten Buru sebanyak 300 ribu bibit, ternyata yang disalurkan hanya 64 ribu bibit kakao.

Penyelidikan terhadap proyek bermasalah ini telah dirampungkan di tingkat intelijen, dan telah diserahkan ke bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Hal ini disampaikan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Maluku, Abdul Azis kepada wartawan melalui telepon selulernya, Selasa (9/8).

Seluruh dokumen menyangkut kasus ini telah disampaikan untuk ditindaklanjuti dalam tahap penyidikan. “Seluruh bahan permintaan keterangan dan dokumen yang ada hubungan dengan penanganan dugaan tindak pidana korupsi proyek kakao tahun 2010 sudah saya serahkan ke pidsus kemarin (Senin-red),” jelas Asintel.

Sebelumnya kepada wartawan Asintel menjelaskan, selama proses penyelidikan tim telah memeriksa 13 saksi, serta sejumlah kelompok tani berkaitan dengan kasus ini. Ke-13 saksi yang telah diperiksa sudah termasuk staf-staf pada Dinas Pertanian Maluku mulai dari bendahara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pejabat penandatanganan SPM, serta kontraktor dan konsultan.

Untuk diketahui, proyek yang dibiayai oleh APBN tahun 2010 ini dikerjakan oleh kontraktor bernama Hock, dengan menggunakan bendera CV. Malra Bina Karya milik Obeth. Penyidik telah mengantongi bukti-bukti korupsi, serta sejumlah calon tersangka, yang didasarkan hasil ekspos kasus ini yang dilakukan oleh tim penyidik di hadapan, Kajati Maluku, Efendi Harahap, Wakajati Maluku IG Sudiatmadja, seluruh Asisten lingkup Kejati, Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kosasih, Kamis (28/7) di ruang kajati.

Selain proyek kakao tahun 2010, penyidik juga sementara menyelidiki proyek yang sama tahun 2009 senilai Rp 12 milyar, yang dibiayai dengan APBN, yang diperuntukkan bagi Kabupaten Buru dan SBT. Proyek ini ditangani CV. Indotek Multi di Jember. Perusahaan ini harus menyalurkan 1.600 bibit kakao, namun ternyata, tidak dilakukan. (S-27)

Sumber: siwalimanews, Rabu, 10 Agustus 2011

Sumber Foto: kompasiana.com

Dibaca 894 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 487
Hari ini :3.166
Kemarin :9.127
Minggu kemarin:55.962
Bulan kemarin:257.806

Anda pengunjung ke 17.768.787
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi