infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > D.I. Yogyakarta > Kabupaten Bantul > Korupsi Jual Beli Tanah Kas Desa, Kades Sitimulyo Bantul Dituntut 5 Tahun

Jumat, 24 Juni 2011

Korupsi Jual Beli Tanah Kas Desa, Kades Sitimulyo Bantul Dituntut 5 Tahun

Bantul - Kepala Desa Sitimulyo, Piyungan, HM Kadarisman dituntut lima tahun penjara dalam sidang yang berlangsung di PN Bantul Kamis (23/6). Selain itu, kepala desa yang terjerat kasus dugaan korupsi jual beli tanah kas desa itu juga dikenai denda sebesar Rp 200 juta. Tuntutan diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lina Juswanti. Kadarisman juga dituntut membayar biaya pengganti sebesar Rp 282 juta dengan subsider tiga bulan penjara. Kasus ini bermula dari korupsi tanah kas desa Sitimulyo yang dilakukannya sejak Mei 2002 hingga Desember 2004.

Dalam persidangan terungkap terdakwa melakukan tindak pidana korupsi dan membuat negara merugi hingga Rp 282 juta. Perbuatannya itu melanggar Pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Pada 2002, Pemerintah Desa Sitimulyo melepas tanah kas desa seluas 17.500 meter persegi ke Yayasan At Turots Al Islamy. Tanah yang dijual seharga Rp 455 juta itu untuk pembangunan pondok pesantren.

Tanah yang dijual tersebut kemudian bakal diganti dengan tanah lain yang dibeli dari warga Sitimulyo. Anggaran untuk pengadaan tanah pengganti sebesar Rp 501 juta. Ini setelah ditambah biaya pengadaan seritifikat dan panitia pengadaan tanah. “Namun ternyata Kadarisman hanya membeli tanah pengganti dengan harga 367 juta,” ujar JPU Lina.

Kadarisman ternyata melakukan perbuatan yang sama pada September 2009. Ia melepas tanah kas desa seluas 64.396 meter persegi ke PT Sitimas Manunggal seharga Rp 1,6 miliar untuk pembangunan perumahan. Anggaran untuk tanah pengganti berkisar Rp 948 juta. Namun, tanah yang dibeli sebagai pengganti harganya Rp 862 juta. Kali ini negara rugi sebesar Rp 125 juta. “Sehingga total kerugian negara berkisar Rp 282 juta,” ungkapnya.

Terkait tuntutan JPU, ada sejumlah hal yang memberatkan terdakwa. Selaku pamong desa, Kadarisman melakukan tindakan yang bertentangan dengan semangat pemerintah memberantas korupsi. Selain itu, ia tidak mengakui melakukan tindakan tersebut. (c5)

Sumber: radarjogja, Jumat, 24 Juni 2011

Dibaca 1.562 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 1.045
Hari ini :6.173
Kemarin :14.074
Minggu kemarin:90.623
Bulan kemarin:359.009

Anda pengunjung ke 18.768.112
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi