infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Sulawesi Utara > Kabupaten Minahasa Selatan > KPK Kebut Kasus Korupsi APBD Minahasa Selatan

Rabu, 27 April 2011

KPK Kebut Kasus Korupsi APBD Minahasa Selatan

Juru bicara KPK, Johan Budi

Juru bicara KPK, Johan Budi

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan dugaan korupsi APBD Minsel 2006-2007 senilai Rp 42 M. Dalam waktu dekat komisi yang terus memburu para pelaku penyelewengan uang daerah dan negara akan melanjutkan penyelidikan dugaan tersebut ke langkah selanjutnya, setelah mengambil keterangan sejumlah saksi dan menyita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan tengara tersebut.

Hanya saja, belum ada kepastian kapan penyelidikan lanjutan itu akan dilakukan. Seperti kasus-kasus lainnya, KPK bersikap ekstra hati-hati dalam penyelidikan kasus ini. Juru bicara KPK, Johan Budi mengatakan, hingga kini KPK masih dalam tahap penyelidikan. “Belum, belum akan dilakukan penahanan karena masih harus mengumpulkan bahan dan keterangan,” ujarnya, saat dihubungi via ponselnya, tadi malam.

Ia pun belum bisa mengatakan perkembangan hasil penyelidikan sebelum pengumpulan bahan dan keterangan selesai. Dia juga menyatakan hanya penyidik yang mengetahui hasil penyelidikan. “Nanti setelah ada hasilnya baru dari penyidik menyampaikan ke kami di bagian humas,” paparnya. Ditanyakan tentang kemungkinan segera adanya penetapan tersangka, Johan mengaku tak bisa memprediksinya. “Nantilah kita tunggu hasilnya dulu,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim KPK selama beberapa pekan melakukan pemeriksaan soal itu. Puluhan orang telah dan dimintai keterangannya, termasuk dua mantan Sekretaris Kabupaten Minsel, Novrie Mangangantung dan Budi Tujuwale. Para saksi itu diperiksa di tiga lokasi berbeda, yaitu kantor Inspektorat Sulut, Polda Sulut, dan SPN Karombasan.

Bila KPK telah mengantongi bukti memadai, maka besar kemungkinan ada satu lagi putra Sulut yang akan mengikuti jejak Wali Kota non aktif Tomohon, Jefferson Rumajar, dan mantan anggota Komisi IX DPR RI Hengky Baramuli, dengan menjadi pesakitan di PN Tipikor.

Persidangan Epe, sapaan akrab Rumajar, yang telah digelar beberapa kali itu akan dilanjutkan hari ini. Agendanya adalah tanggapan Epe atas langkah JPU yang menuntutnya 13 tahun penjara, pidana denda Rp 250 juta, subsidair selama 5 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp 33.762.489.375 seperti nominal korupsi yang didakwakan dilakukannya di tahun anggaran 2006-2008.

Keesokan harinya, Rabu (27/4) giliran Baramuli bersama rekan-rekan mantan Komisi IX yang akan menjalani sidang lanjutan. Agenda sidang calon gubernur Sulut 2005-2010 adalah putusan sela dari majelis hakim. Bersama mantan rekan-rekannya itu Baramuli dituding menerima suap dalam bentuk travelers cheque (TC) pada pemilihan deputi gubernur senior (DGS) Bank Indonesia (BI) 2004 lalu.

Diduga, Hengky dan anggota Komisi IX lainnya menerima suap untuk memenangkan Miranda Goeltom. Hengky mengaku menerima Rp 450 juta. Tapi, ia menegaskan uang itu tak ada kaitannya dengan pemilihan DGS BI, tapi bantuan Partai Golkar (PG) kepadanya untuk bertarung di pemilihan gubernur Sulut 2005 lalu. (sto)

Sumber: manadopost, Selasa, 26 April 2011

Sumber Foto: korannusantara.com

Dibaca 1.330 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 465
Hari ini :2.495
Kemarin :6.030
Minggu kemarin:51.393
Bulan kemarin:260.090

Anda pengunjung ke 17.451.290
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi