infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Lampung > Kota Bandar Lampung > Mantan Kepala Bulog Lampung Jadi Tersangka Korupsi Raskin

Selasa, 26 April 2011

Mantan Kepala Bulog Lampung Jadi Tersangka Korupsi Raskin

Bandar Lampung - Polda Lampung menetapkan mantan Kepala Bulog Divisi Regional Lampung Ibnushiyam Mawardi sebagai tersangka kasus penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) yang didatangkan dari Jawa Tengah.

Proses hukum kasus ini masuk ke tahap penyidikan. “Kami menetapkan seseorang berinisial IS sebagai tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Polda Lampung Kombes Darmawan Sutawijaya, Senin (14/6). Pria berinisial IS diduga kuat Ibnushiyam. Saat ditanya apakah IS adalah Ibnushiyam, Darmawan tidak membantah. “Kawan-kawan sudah tahulah,” kata Darmawan saat jumpa pers.

Polisi menjerat Ibnu dengan pasal berlapis karena diduga melanggar ketentuan dalam tiga Undang- Undang. Pertama, dijerat pasal 55 huruf (b) dan (e) UU Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan. Kedua, pasal 8 ayat (1), pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Ketiga, pasal 80 ayat (4) UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. “Ia terancam hukuman pidana penjara paling lama lima tahun,” kata Darmawan yang didampingi Kabid Humas Polda Lampung AKBP Fatmawati.

Darmawan menjelaskan, peningkatan status dilakukan setelah penyidik menerima hasil laboratorium baik dari Bulog maupun laboratorium kesehatan daerah Lampung. Hasilnya menyatakan, raskin dari Bulog Jawa Tengah yang telah disalurkan di bawah standar mutu dan tidak layak konsumsi.

Penyidik juga akan segera memanggil tersangka untuk menjalani pemeriksaan. Saat proses penyidikan, polisi juga akan memeriksa pihak Bulog Jawa Tengah. “Tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini,” ujarnya.

Menurut Darmawan, raskin yang telah disalurkan Bulog Lampung dan tersimpan di gudang Soekarno Hatta sebanyak 1.429 ton. Raskin disalurkan ke Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu dan Bandar Lampung. Sisanya, sebanyak 3.400 ton masih di gudang Soekarno Hatta, dan 5.000 ton tersimpan di gudang Sukaraja. Kesemua raskin ini, kata Darmawan, mutunya di bawah standar yang telah ditetapkan. (Wakos)

Sumber: tribun lampung, Selasa, 26 April 2011

Sumber Foto: luwuraya.com

Dibaca 896 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 663
Hari ini :4.784
Kemarin :8.131
Minggu kemarin:51.393
Bulan kemarin:260.090

Anda pengunjung ke 17.469.746
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi