infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Pusat > Ini Dia Laporan Yusuf Supendi Ke KPK Terkait Dugaan Penggelapan Dana PKS

Selasa, 22 Maret 2011

Ini Dia Laporan Yusuf Supendi ke KPK Terkait Dugaan Penggelapan Dana PKS

Mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (21/3). Foto Antara/Fanny Octavianus

Mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (21/3). Foto Antara/Fanny Octavianus

Jakarta - Deklarator Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yusuf Supendi, Senin (21/3), mengunjungi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Yusuf melaporkan sejumlah petinggi PKS yang diduga menggelapkan uang.

Adapun laporan soal penggelapan yang diserahkan ke KPK itu adalah :

  1. Uang mahar sebanyak Rp 40 miliar untuk keperluan Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2007 yang bersumber dari calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Adang Dorodjatun yang digelapkan oleh Sekjen PKS, Anis Matta sebanyak Rp 10 miliar.
  2. Uang sebanyak Rp 21 miliar dari Wiranto dimana petinggi PKS, Hilmi Aminuddin menyatakan tidak menerimanya secara resmi.
  3. Uang sebanyak Rp 34 miliar dari Jusuf Kalla pada Pilpres 2004 yang dikelola oleh Luthfi Hasan Ishaac yang waktu itu masih menjabat sebagai bendahara PKS.

Sebagai bahan awal laporan untuk KPK, Yusuf menyerahkan sejumlah lampiran. Yaitu, sejumlah dokumen untuk dipelajari penyidik, sebuah amplop kecil yang berisi surat sakti, alat bukti terkait dana Rp 10 miliar, nama-nama 12 orang saksi terkait penggelapan Rp 10 miliar oleh Sekjen PKS, Anis Mata, dan nama pemegang bukti fisik manipulasi data donator ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yusuf mengatakan, yang pertama, kaitan laporannya soal sejumlah petinggi PKS yang diduga menggelapkan dana itu adalah karena Anis Matta sebagaisalah seorang penyelenggara negara pada waktu itu. Anis adalah seorang anggota DPR RI Periode 2004-2009. “Saya sebenarnya sudah berungkali melakukan upaya menyelesaikan masalah dugaan penggelapan dana itu di internal partai dan ke Badan Kehormatan DPR, tetapi karena tidak selesai ya saya lapor ke KPK,” ujar Yusuf usai melaporkan hal tersebut di Kantor KPK, Senin (21/3).

Sehingga, Yusuf membantah perihal laporannya itu karena sakit hati ia pernah dipecat oleh partai. Yusuf mengaku melakukan hal tersebut untuk menyelamatkan partai. Oleh karena itu, Yusuf berharap KPK segera melakukan langkah-langkah hukum terhadap sejumlah petinggi PKS.

KPK juga diminta untuk melakukan koordinasi dengan KPU dan kepolisian terkait manipulsi data donator sebesar Rp 50 miliar. “KPU dan Kepolisian agar segera memblokir kantor DPW PKS dan mengamankan pemegang bukti fisik supaya tidak terjadi penghilangan data,” ujarnya. (Djibril Muhammad)

Sumber: republika, Senin, 21 Maret 2011

Dibaca 850 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 574
Hari ini :3.814
Kemarin :9.298
Minggu kemarin:74.255
Bulan kemarin:311.399

Anda pengunjung ke 17.959.162
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi