infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Sulawesi Barat > Kabupaten Mamuju > Dugaan Korupsi Dana Bantuan Siswa Miskin: Kepsek Akui Ditekan Dikpora Mamuju

Senin, 17 Januari 2011

Dugaan Korupsi Dana Bantuan Siswa Miskin: Kepsek Akui Ditekan Dikpora Mamuju

Mamuju - Oknum Kepala Sekolah di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Tl, mengakui telah melanggar petunjuk teknis (juknis) penyaluran Bantuan Khusus Murid Miskin (BKMM) karena adanya tekanan dari Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kabupaten setempat. TI mengakui, anggaran yang dikucurkan Kementerian Pendidikan Nasional untuk program BKMM tahun anggaran 2010 tidak sesuai dengan Juknis.

“Ini kami lakukan karena adanya tekanan dari Dikpora Kabupaten Mamuju,” kata Tl kepada wartawan di Mamuju, Minggu (16/1/2011).

Menurutnya, program BKMM ini memang dikhususkan untuk biaya transportasi murid miskin dan pembayaran iuran sekolah. Namun demikian, anggaran BKMM di sekolahnya yang mencapai Rp 27.475.000 untuk kebutuhan 35 murid miskin ini dialihkan untuk pembelian baju

kaos dan baju batik untuk siswa miskin di sekolahnya. Buntutnya, perbuatan TI sebagai kepala sekolah itu tak dapat diterima oleh para orang tua murid. Pengalihan peruntukkan anggaran BKMM itu dinilai orang tua murid tidak sesuai jumlah alokasinya, bahkan terindikasi adanya korupsi.

Ilman, salah seorang orang tua siswa mengatakan, oknum Kasek Tl telah tega hati mengambil hak-hak siswa miskin. Dia mencontohkan, anggaran BKMM di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) Mamuju dikelola secara tidak transparan oleh Kepsek dengan memberikan bantuan tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditentukan.

Dalam petunjuk tekhnis, kata dia, anggaran BKMM ini diberikan langsung secara tunai kepada siswa miskin melalui kantor pos setempat. Namun, oleh Kepsek justeru langsung mencairkan di kantor pos setempat untuk digunakan membeli kebutuhan siswa seperti baju kaos olahraga dan baju batik dengan harga taksiran sekitar Rp 350 ribu dari total alokasi anggaran sebesar Rp 785 ribu/siswa miskin. “Cara yang dilakukan telah menyalahi ketentuan juknis karena peruntukkan dana BKMM dengan membelikan kebutuhan baju kaos dan baju batik jelas melanggar aturan,” ungkapnya.

Dia menuturkan, dalam juknis yang ada telah menerangkan bahwa peruntukkan dana BKMM ini untuk kebutuhan murid miskin untuk biaya transportasi, biaya ujian dan pembayaran iuran sekolah. Jumlah alokasi anggaran BKMM di SMU mencapai Rp 27.475.000 untuk kebutuhan 35 murid miskin itu tak diberikan sesuai dengan peruntukannya.

Sumber: Kompas, Senin, 17 Januari 2011

Dibaca 1.748 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 784
Hari ini :7.746
Kemarin :8.703
Minggu kemarin:92.153
Bulan kemarin:257.806

Anda pengunjung ke 17.748.511
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi