infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Barat > Kabupaten Indramayu > 13 Elemen Masyarakat Indramayu Tuntut Kejagung Tahan Yance

Jumat, 7 Januari 2011

13 Elemen Masyarakat Indramayu Tuntut Kejagung Tahan Yance

Mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin alias Yance

Mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin alias Yance

Indramayu - Elemen masyarakat Indramayu, Jawa Barat, meminta Kejaksaan Agung segera menangkap mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin alias Yance setelah dijadikan tersangka dalam kasus korupsi PLTU Sumuradem. Masyarakat menganggap, penahanan serta pengadilan Yance menjadi supremasi penegakan hukum di Indramayu.

Unjuk rasa dari 13 elemen masyarakat Indramayu, Kamis (6/1) siang, dimulai di depan Kantor DPRD Indramayu, dilanjutkan di Kantor Kejaksaan Negeri, lalu ke Pengadilan Negeri Indramayu. Sekitar 30 pendemo berorasi dan membawa spanduk bertuliskan tangkap dan adili Yance, sebelum diadili oleh rakyat Indramayu.

M Sholihin, koordinator dari Gerakan Antikorupsi dan Prodemokrasi, mengatakan, aksi itu bertujuan membuka mata-telinga warga tentang korupsi yang melibatkan pejabat publik. Selanjutnya, mendorong Kejagung, melalui Kejari Indramayu, untuk mempercepat proses hukum Yance yang diduga terlibat korupsi dana pengadaan lahan PLTU Sumuradem seluas 82 hektar yang mencapai Rp 42 miliar.

Berdasarkan keputusan Kejagung, Yance ditetapkan sebagai tersangka sejak 13 Desember 2010. Tiga tersangka lain telah diadili di Pengadilan Negeri Indramayu, yaitu Sekretaris dan Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Dady Haryadi dan M Ichwan, serta Agung Rijoto dari PT Wiharta Karya Agung. Yance saat itu menjabat Ketua P2T.

Kepala Kejari Indramayu Kusnin mengatakan, kasus itu ditangani oleh Kejagung dan sidang dilakukan di Pengadilan Tipikor Jawa Barat, di Bandung.

Dugaan Penyimpangan

Dari Manado dilaporkan, tim Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemkes) akan meneliti pengadaan alat kesehatan tahun 2005 senilai Rp 10 miliar di Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang Manado, Sulawesi Utara. Menurut Direktur Utama RS Prof Kandouw, Fione Pangemanan, di Manado, Kamis, kedatangan tim Itjen Kemkes berkaitan dengan laporan Sulut Corruption Watch (SCW).

Koordinator SCW, Deswerd Zougira, mengatakan bahwa sejak dibeli alat kesehatan, seperti alat rontgen, alat perekam gelombang listrik otak (EEG), alat perekam gelombang listrik otot (EMG), tidak dapat digunakan.

Namun, sejumlah dokter di RS Prof Kandouw menampik laporan SCW. Mereka menyatakan, alat-alat kesehatan itu berfungsi baik sejak dibeli dari Jerman. Ahli radiologi dr Alex Wakkary mengatakan telah menggunakan alat rontgen untuk melayani ribuan pasien. Hal sama disampaikan dr Jimmy Panelewen. Alat endoskopi laparoskopi di bagian bedah berfungsi baik. Adapun dr Maya Soempurna di bagian saraf menyatakan, EEG dan EMG tidak dapat digunakan karena terganggu pemancar RRI di samping rumah sakit. (THT/ZAL)

Sumber Berita: Kompas, Jumat, 7 Januari 2011

Dibaca 2.300 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 660
Hari ini :4.469
Kemarin :12.139
Minggu kemarin:79.101
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.423.266
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi