infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Barat > Kota Bekasi > KPK Dapat Info Dari Masyarakat, BPK Sering Terima Suap Dari Pemkot Bekasi

Selasa, 19 Oktober 2010

KPK Dapat Info dari Masyarakat, BPK Sering Terima Suap dari Pemkot Bekasi

Jakarta - Penyidik KPK, Novel mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat info dari warga bahwa oknum BPK Jabar sering menerima pemberian uang yang diduga sebagai suap dari Pemkot Bekasi. Oleh karena itulah katanya, saat penggerebekan di rumah auditor BPK Jabar, Suharto, beberapa waktu lalu, pihaknya tidak merasa cukup dengan hanya menyita uang Rp 200 juta di dalam sebuah tas hitam.

KPK pun terus mengorek keterangan dan mencari bukti lain yang menguatkan. “Kami dapat info, BPK sering terima uang dari Pemkot Bekasi. Jadi, kami minta yang bersangkutan (Suharto) juga mengeluarkan tas kerjanya,” jelas Novel, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Selasa (19/10), untuk terdakwa Sekda Bekasi, Tjandra Utama.

Ternyata memang, setelah tas kerja itu dibuka, penyidik (KPK) menemukan empat gepok uang ratusan ribu dengan jumlah total Rp 40 juta. Selain itu, ada pula tiga amplop putih yang berisi uang sekitar Rp 28 juta. Suharto kemudian mengakui, bahwa seminggu sebelumnya dia memang pernah menerima pemberian uang dari Pemkot Bekasi. Pemberian tahap pertama itu dilakukan di rumah makan Sindang Leret, dengan besaran yang sama yaitu Rp 200 juta. Ketika penyerahan di rumah makan tersebut, terdakwa Sekda menurutnya juga ikut hadir.

Tetapi, Novel sendiri mengaku tak melihat langsung penyerahan uang tahap pertama itu. Informasi hanya diperolehnya dari keterangan Herry Lukmantohari, Herry Supardjan dan Suharto, yang tertangkap tangan saat penggerebekan di rumah Suharto. Dikatakan lagi, di samping menyita uang, saat penggerebekan KPK juga menyita dua unit laptop, guna diuji oleh penyidik. Hal ini dilakukan demi mendapatkan bukti tambahan. “Satu laptop ada di tas kerja, satu lagi di tas laptop. Informasinya, sudah sering (pemberian uang). Jadi kami cari juga bukti-bukti yang kemungkinan tercatat di laptop dan flashdisk,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus ini terkait dengan dugaan (tindakan) suap pejabat Pemkot Bekasi kepada auditor BPK Jabar senilai Rp 400 juta, demi mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam pemeriksaan laporan keuangan 2009. Kasus ini mulai bergulir ketika penyidik KPK menggerebek rumah auditor BPK, Suharto. Saat itu, KPK menangkap tangan dua pejabat Bekasi, Herry Lukmantohari dan Herry Supardjan, yang menyerahkan uang Rp 200 juta kepada Suharto. (rnl)

Sumber Berita: Jpnn, Selasa, 19 Oktober 2010

Sumber Foto: hukumonline.com

Dibaca 559 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 647
Hari ini :3.777
Kemarin :8.703
Minggu kemarin:92.153
Bulan kemarin:257.806

Anda pengunjung ke 17.744.515
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi