infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Pusat > Kasus Korupsi Damkar: Mantan Bupati Batanghari Mangkir Diperiksa KPK

Jumat, 15 Oktober 2010

Kasus Korupsi Damkar: Mantan Bupati Batanghari Mangkir Diperiksa KPK

Jambi - Abdul Fatah, mantan Bupati Batanghari, Jambi, tidak memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran tahun 2004, dengan tersangka mantan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno.

Padahal, Abdul Fattah akan diperiksa tim penyidik KPK di ruangan Sat II Direskrim Polda Jambi, Jumat (15/10).Pemeriksaan Fattah ini adalah rangkaian dari kegiatam Tim penyidik KPK untuk mengusut kasus tersebut. Tiga hari tim KPK telah memeriksa sejumlah pejabat Jambi, yakni Wali Kota Jambi Arifien Manap, Bupati Tanjungjabung Timur Abdullah Hich, mantan Kadis Damkar Kota Jambi Ariffudin Yasak, dan Bupati Tebo Madjid Muaz.

Dengan mangkirnya Fattah, maka penyidik KPK yang terdiri dari Komisaris Erwin Sinaga, Ajun Komisaris Dadan dan Ajun Komisaris Brotosen, cuma meminta keterangan dua dari empat saksi dari Pemerintah Kabupaten Batanghari, yakni M Zein, mantan bendaharawan di Dinas Tata Kota Batanghari, dan Sargawi Usman, mantan Pimpro pengadaan mobil pemadam kebakaran di daerahnya 2004.

Usai diperiksa, M Zein mengatakan pemeriksaan dirinya sebagai saksi untuk tersangka Hari Sabarno. “Proyek pengadaan mobil pemadam kebakaran di Kabupaten Batanghari, bermula dari adanya radiogram dari Mendagri kepada para kepala daerah,” katanya, Jumat (15/10).

Setelah radiogram diterima Bupati, kata dia, langusung didisposisikan kepada Usman T yang saat itu menjabat Kadis Tata Kota Kabupaten Batanghari. “Sebenarnya Kabupaten Batanghari tidak menganggarkan dana untuk pengadaan damkar (mobil pemadam kebakaran). Namun karena mobil tersebut telah datang, maka dana tetap dianggarkan lewat ABT tahun 2004, senilai lebih kurang Rp 1.198.750.000, belum termasuk PPn dan PPh”, ujar M Zen.

Dana ini dianggarkan setelah pengiriman mobil damkar dari Jakarta, dan pembayarannya langsung dikirim ke rekening PT Istana Saranaraya, selaku pemasok mobil damkar. Menurut M Zein, dalam pengadaan mobil damkar itu, tidak ada taksiran harga karena daftar harga langsung dari PT Istana Saranaraya. Harga tersebut merupakan harga pas, tidak bisa ditawar lagi.

“Harga bervariasi antara daerah satu dengan daerah lainnya, tapi saya tidak tahu mengapa ada variasi harga untuk masing-masing daerah ini”, katanya. M Zein mengatakan, rencananya ada empat orang saksi yang akan diperiksa penyidik KPK. Selain dirinya dan Sargawi Hasan, juga mantan Abdul Fattah dan Usman T. “Bupati tidak bisa hadir, karena sedang berhalangan ada urusan lain”, ujarnya.

Dugaan kasus korupsi damkar ini bermula saat bekas Direktur Jenderal Otonomi Daerah Depdagri membuat radiogram nomor 027/1496/OTDA tanggal 12 Desember 2002. Radiogram itu berisi perintah kepada sejumlah daerah termasuk Jambi, untuk melaksanakan pengadaan mobil pemadam kebakaran tipe V80 ASM yang diproduksi PT Istana Sarana Raya milik Hengky Daud.

Dalam kasus ini, penyidik KPK menetapkan mantan Mendagri Hari Sabarno sebagai salah satu tersangka. Hari diduga ikut memuluskan proyek tersebut sehingga sejumlah kepala daerah mengambil mobil Damkar dari PT Istana Sarana Raya. Atas perbuatannya itu, Hari Sabarno disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 5 ayat (2) dan/atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Korupsi. (Syaipul Bakhori)

Sumber Berita: Tempointeraktif, Jumat, 15 Oktober 2010

Dibaca 544 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 660
Hari ini :2.444
Kemarin :13.395
Minggu kemarin:79.572
Bulan kemarin:396.528

Anda pengunjung ke 19.111.927
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi