infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Timur > Kota Surabaya > Korupsi Dana Bopda SMA Kartika IV Surabaya, Kasek Pilih Bungkam

Jumat, 8 Oktober 2010

Korupsi Dana Bopda SMA Kartika IV Surabaya, Kasek Pilih Bungkam

Surabaya - Pengusutan dugaan korupsi dana hibah bantuan operasional pendidikan daerah (Bopda) di SMA Kartika IV-3 Jl Brawijaya senilai Rp 1,2 miliar membuat pihak sekolah tiarap. Sejumlah guru atau petugas yang berada di sekolah milik Yayasan Kartika Jaya Korem 084 Bhaskara Jaya itu memilih tak berkomentar.

Salah seorang staf pengajar mengaku mendengar kasus korupsi dana Bopda itu dari media. “Saya baru tahu kalau ada kasus korupsi setelah muncul di koran,” ujar salah satu staf pengajar yang enggan disebutkan namanya, Kamis (7/10) kemarin. “Kasus ini sebenarnya sudah lama dan yang lebih tahu guru-guru yang sudah lama bekerja di sini,” lanjutnya.

Ketika dikonfirmasi, kepala sekolah SMA Kartika IV, Soeparno terkesan tertutup. Ia mengaku tahu kasus tersebut, namun enggan mengomentarinya. “Saya mau nggak mau ngomong mas,” kata Soeparno saat ditemui kemarin. Sejumlah pria yang duduk di kantor Yayasan Kartika Jaya yang berada di dalam kompleks sekolah itu juga enggan dimintai komentar. “Kalau soal Bopda langsung konfirmasi saja ke sekolah. Yayasan tidak tahu menahu soal itu,” ujar salah seorang petugas yang enggan namanya disebutkan.

Seperti diberitakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya tengah mengusut dugaan korupsi dana hibah Bopda SMA Kartika IV-3. Dana Bopda sebesar Rp 1,2 miliar diduga telah diselewengkan dan diperkirakan merugikan negara lebih dari Rp 500 juta. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Fadil Zumhana mengatakan, setelah melakukan penyelidikan selama kurang lebih satu bulan akhirnya penyidik menemukan peristiwa pidana kasus ini. “Penyidik telah menemukan peristiwa pidana sehingga kasusnya kita naikkan dari penyelidikan ke penyidikan,” ujarnya Senin lalu.

Fadil menegaskan, dalam kasus ini, pihaknya sudah tidak lagi minta audit kepada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur. “Sudah jelas dalam perkara ini, negara dirugikan lebih dari Rp 500 juta. Kasus ini sudah terang, tapi supaya lebih terang lagi kita minta pendapat ahli, termasuk menghitungkan kerugian Negara. Bukan mengaudit lagi,” ujar Fadil.

Bentuk penyelewenangan dana Bopda di SMA yang berstatus disamakan ini adalah dengan tidak menggunakan uang seluruhnya. “Bentuk pelanggarannya adalah dana Bopda yang diterima tidak diperuntukkan sebagaimana mestinya. Jadi laporan pertanggungjawabannya kepada Dinas Pendidikan ternyata fiktif,” ujarnya.

Dana yang diselewengkan tersebut misalnya honor untuk guru. “Dalam laporan pertanggungjawaban ada laporan honor untuk guru, namun setelah dicek, para guru tidak pernah menerima dana,” ujar Lalu Syaifudin, ketua tim penyelidikan kasus ini.

SMA Kartika sendiri menerima kucuran dana hibah melalui Dinas Pendidikan Surabaya ini secara bertahap, yakni pada Januari-Juni 2009 sekitar Rp 405 juta, periode II Juli-Desember 2009, Rp 387 juta dan periode III, Januari-Juli 2010, Rp 387 juta. Tentang siapa tersangkanya, Fadil belum mau berbicara. “Nanti saja, yang jelas sekarang ada tindak pidana dan ada kerugian negara,” ujarnya. (faz)

Sumber Berita: Surabayapost, Jumat, 8 Oktober 2010

Dibaca 1.067 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 570
Hari ini :3.954
Kemarin :10.707
Minggu kemarin:96.230
Bulan kemarin:396.528

Anda pengunjung ke 19.090.837
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi