infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Tengah > Kabupaten Karanganyar > Sidang Dugaan Korupsi GLA Karanganyar, Rina Iriani Tak Dihadirkan

Kamis, 23 September 2010

Sidang Dugaan Korupsi GLA Karanganyar, Rina Iriani Tak Dihadirkan

Bupati Karanganyar, Rina Iriani

Bupati Karanganyar, Rina Iriani

Karanganyar - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar tidak akan menghadirkan Bupati Rina Iriani sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Griya Lawu Asri (GLA) dengan terdakwa Handoko Mulyono, mantan Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera.

Tentang fakta persidangan adanya aliran dana dari KSU Sejahtera ke Rina Centre, jaksa menunggu putusan persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, RE Setiawan SH MH. Penjelasan itu disampaikan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karanganyar, Bambang Tedjo Manikmoyo SH, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/9) siang. “Kesaksian Handoko cukup, Rina tidak perlu dihadirkan. Tapi jika tiba masanya pasti akan dipanggil,” ujarnya diplomatis.

Menurut Bambang yang juga anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus yang diduga merugikan Negara Rp 18 miliar itu, putusan persidangan bakal menjadi dasar atau pijakan pengambilan langkah hukum selanjutnya. Di sisi lain suami Hj Rina Iriani yakni Tony Iwan Haryono akan dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Handoko Mulyono sekitar awal Oktober mendatang.

Saat ditanya mengenai ada atau tidaknya saksi tambahan di luar berita acara pemeriksaan (BAP), menurut Bambang tergantung perkembangan persidangan. Menurut rencana sidang lanjutan kasus dugaan korupsi perumahan GLA dan rehab rumah bersubsidi, bakal kembali digelar Kamis (23/9) ini di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar. Persidangan untuk kali ke-12 itu masih mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi yang tercantum dalam BAP.

Diberitakan SOLOPOS (22/9) delapan saksi selaku konsumen GLA dihadirkan dalam persidangan Selasa (21/9). Para saksi menyangsikan rehab rumah menghabiskan dana Rp 12 juta. Menurut mereka dana rehab hanya sekitar Rp 6 juta-Rp 7 juta. Sebelumnya Lembaga Rina Centre disebut-sebut menerima dana Rp 1 miliar dari KSU Sejahtera.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan Kamis (26/8). Ketika itu sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, RE Setiawan SH MH menghadirkan saksi Ketua Rina Centre, Bambang Hermawan; Sekretaris KSU Sejahtera, Tri Busono; karyawan KSU Sejahtera; Joni Tanasa dan sub kontraktor proyek perumahan, Wiyono. (kur)

Sumber Berita: Solopos, Rabu, 22 September 2010

Sumber Foto: detik.com

Dibaca 1.324 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 1.016
Hari ini :7.847
Kemarin :10.348
Minggu kemarin:79.101
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.437.078
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi