infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Pusat > Mark Up Harga Tiket Diplomat, Dirut PT Indowanua Terancam 20 Tahun

Rabu, 22 September 2010

Mark Up Harga Tiket Diplomat, Dirut PT Indowanua Terancam 20 Tahun

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta - Direktur Utama PT Indowanua Inti Sentosa, Syahrani Soeni, terancam hukuman penjara 20 tahun. Jaksa menuding pimpinan perusahaan perjalanan itu bersama-sama dengan Kepala Sub Bagian Verifikasi Keuangan Kementerian Luar Negeri Ade Sudirman menggelembungkan harga tiket diplomat.

“Terdakwa melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikan keuangan negara,” ujar jaksa penuntut umum Sila Pulungan dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/9).

Jaksa menjerat Syarwanie dengan pasal berlapis. Yakni, pasal 2 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang memperkaya diri, dan pasal 3 beleid yang sama tentang penyalahgunaan kewenangan. Keduanya memberi ancaman maksimal penjara 20 tahun. Dalam dakwaannya, Syahrani dan Ade dituduh bersekongkol sejak bulan Januari 2006 hingga bulan Desember 2009. Dalam waktu tiga tahun, mereka merugikan negara sejumlah US$ 183.055,71 atau sekitar Rp 1,63 miliar.

Ade Sudirman juga menjalani proses hukum dengan berkas terpisah, namun hingga kini belum mulai disidangkan. Menurut Jaksa, modus terdakwa adalah menagih dengan nilai yang digelembungkan 25 persen dari harga tiket sebenarnya. Selain itu, ada kwitansi yang sudah ditandatangani personil PT. Indowanua Inti Sentosa Travel, tetapi nilai nominalnya dikosongkan. Penagihan pun tidak melampirkan bukti-bukti yang sah sesuai ketentuan pasal 12 ayat 2 Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

Kuasa Hukum Syahrani Soeni, Adnan Buyung Nasution mengatakan, bakal mengajukan keberatan. Ia berpendapat kasus tersebut harus dilihat konteksnya. “kerja samanya dengan Kemlu dan perusahaan travel itu sejak tahun 1987, sedangkan terdakwa baru jadi Dirut pada tahun 2006, dia cuma nerusin,” ucapnya.

Dalam kasus korupsi tiket diplomat, Kejaksaan telah menetapkan sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri sebagai tersangka. Selain Ade Sudirman, mereka adalah Kepala Biro Keuangan Ade Wismar Wijaya, Bendahara periode 2003-2007 I Gusti Adnyana, dan Bendahara Kemenlu periode 2007-2009 Syarif Syam Arman.

Ketua Majelis Hakim Supardja memutuskan sidang dilanjutkan pekan depan, dengan agenda mendengarkan keberatan dari pihak terdakwa. (Bunga Manggiasih)

Sumber Berita: Tempointeraktif, Rabu, 22 September 2010

Sumber Foto: vivanews.com

Dibaca 586 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 838
Hari ini :8.494
Kemarin :9.475
Minggu kemarin:65.089
Bulan kemarin:311.399

Anda pengunjung ke 17.792.910
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi