infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Tengah > Kabupaten Tegal > Bupati Tegal Agus Riyanto Tersangka Korupsi Dana Pembangunan Jalinkos

Selasa, 21 September 2010

Bupati Tegal Agus Riyanto Tersangka Korupsi Dana Pembangunan Jalinkos

Bupati Tegal, Agus Riyanto (tengah)

Bupati Tegal, Agus Riyanto (tengah)

Semarang - Bupati Tegal Agus Riyanto resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana pembangunan Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos) tahun 2006-2007. Ia dituduh menjadi aktor intelektual penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 3,955 miliar.

Proyek Jalingkos yang menelan dana Rp 15 miliar dari APBD ini rencananya menempuh jalur sepanjang 17,5 km dengan lebar 11 meter. Proyek yang sudah dikerjakan sejak 2006 lalu itu dibangun melalui rute Desa Dukuh Salam, Kalisapu, Procot, Kendalserut, Curug, dan Penusupan.

Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng Salman Maryadi, Rabu (20/9), mengungkapkan pihaknya pun sudah mengirimkan izin pemeriksaan terhadap tersangka ke presiden. Permohonan izin pemeriksaan dimohonkan melalui Kejaksaan Agung. “Itu izin pemeriksaan terhadap AR (Agus Riyanto-Red), bupati Tegal, selaku tersangka. Sudah kami kirimkan sekitar tiga pekan,” beber dia.

Salman berujar, sengaja status yang bersangkutan dilakukan selepas Lebaran. Menurut dia, bupati Tegal disangka menyalahgunakan dana yang harusnya untuk kepentingan Jalingkos, dari APBD 2006 senilai Rp 1,73 miliar dan dari dana pimjaman Pemkab kepada Bank Jateng Cabang Slawi senilai Rp 2,225 miliar. “Sehingga yang diduga dikorupsi menjadi hampir Rp 4 miliar itu tadi,” ujarnya.

Dia jelaskan, dari anggaran APBD 2006 Rp 15 miliar yang diajukan, yang terealisasi Rp 8 miliar, dan dari dana itu senilai Rp 1,73 miliar diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Selanjutnya, pada 29 Januari 2007, Pemkab Tegal mengajukan pinjaman sebesar Rp 5 miliar kepada Bank Jateng untuk pembebasan lahan yang akan digunakan dalam pembangunan Jalingkos di Desa Kendalserut dan Desa Dukuh Salam, yang akan berakhir pada Juli 2007.

Dari permohonan itu, pinjaman hanya terealisasi ialah Rp 3,395 miliar. Pinjaman itu, menurut Kajati, tidak dimasukkan ke kas daerah. Namun atas inisiatif bupati Tegal, dimasukkan ke dalam rekening pribadi M Budi Haryono. Budi Harsono merupakan staf di Bagian Agraria Setda Kabupaten Tegal, salah terpidana dalam kasus Jalingkos. Selanjutnya, dari jumlah itu, senilai Rp 2,225 miliar diduga diselewengkan untuk kepentingan pribadi tersangka AR.

Salman ketika mengumumkan hal tersebut di Kantor Kejaksaan Tinggi, Senin (20/9), didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng Untung Setia Arimuladi dan Koordinator Satgad Khusus Tindak Pidana Korupsi Kejati Jateng Gatot Guno Sembodo. Ia tidak menjelaskan kepentingan pribadi tersangka dimaksud. “Intinya kepentingan pribadi AR-lah,” ujar dia.

Budi Haryono sendiri sudah divonis empat tahun penjara oleh PN Slawi dalam kasus yang sama. Selain Budi Haryono, PN Slawi juga memvonis Kepala Bagian Agraria Setda Kabupaten Tegal, Edi Prayitno dengan hukuman lima tahun penjara. Di pengadilan, Edi Prayitno alias Edi Jayeng juga sempat mengeluarkan testimoni bahwa dirinya hanya disuruh oleh Bupati Agus Riyanto. Penyidik Kejati juga sudah memeriksa Edi di ruang sel tahanan Kejari Slawi pada 31 Maret 2010, berikut bukti-bukti berupa kuitansi aliran dana kasus korupsi Jalingkos yang diterima Bupati Tegal dan Asisten I Setda Pemerintah Kabupaten Tegal, Haron Bagas Prakosa.

Salman mengakui penetapan tersangka terhadap bupati Tegal itu memang cukup lama dan sempat membuat ragu sebagian pihak. Kenapa demikian, ia menjelaskan, sebab Kejati dalam menyidik memang harus menemukan alat bukti yang cukup dan matang, sehingga kekuatan sidikannya tidak dapat digoyahkan lagi.

Kabar penetapan Bupati Tegal H Agus Riyanto SSos MM menjadi tersangka ini cepat menyebar di kalangan anggota DPRD dan pejabat pemerintah kabupaten. Informasi tersebut langsung menjadi bahan pembicaraan oleh anggota DPRD maupun pejabat Pemkab Tegal yang ketika itu sedang rehat usai mengikuti halal bihalal bersama di Gedung Paripurna, Senin (20/9).

Bupati Tegal Agus Riyanto enggan memberikan komentar terkait penetapan status tersangka dalam perkara dugaan korupsi jalan lingkar Kota Slawi (Jalingkos) tersebut. Yang bersangkutan hanya memberikan penjelasan mengenai keberadaannya di Solo lewat pesan singkat SMS, “Saya ada undangan di UNS Solo, Mas”.

Diperoleh informasi, bupati Tegal ke Solo untuk memenuhi undangan dari Universitas Negeri Sebelas Maret. Dia didaulat menjadi narasumber dalam kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. (Yunantyo Adi, Anton Sudibyo)

Sumber Berita: Suara Merdeka, Senin, 20 September 2010

Sumber Foto: p2kp.org

Dibaca 2.540 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 285
Hari ini :265
Kemarin :13.898
Minggu kemarin:69.982
Bulan kemarin:353.178

Anda pengunjung ke 16.630.795
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi