infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Gorontalo > Kota Gorontalo > Korupsi Dana PPLG: Baca Duplik, Rektor UNG Minta Dibebaskan

Senin, 6 September 2010

Korupsi Dana PPLG: Baca Duplik, Rektor UNG Minta Dibebaskan

Gorontalo - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof Dr Ir Nelson Pomalingo, terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), membacakan duplik (tanggapan atas jawaban penuntut umum), di Pengadilan Negeri Kota Gorontalo.

Dalam persidangan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen dan karyawan UNG itu, Nelson, yang berpeci hitam dan berbaju koko berwarna krem, membacakan duplik setebal sebelas halaman. Menanggapi replik JPU perihal adanya biaya-biaya yang seharusnya tidak memenuhi syarat untuk diterima terdakwa, namun tetap diterimanya, Nelson menanggapi bahwa dirinya selaku penanggung jawab, dan unsur pelaksana serta peserta telah bekerja dan mengikuti kegiatan PLPG dengan baik, maka wajar menerima dana tersebut.

Dia menambahkan, dalam kegiatan PLPG itu, dirinya tidak bekerja sendiri, namun panitia sebagai pelaksana operasional PLPG, dengan tanggung jawab masing-masing. Jadi, jika ada kesalahan, maka pada kasus ini belum terungkap kesalahan dari tanggung jawab pada masing-masing hirarki tersebut. “Saya disebut tersangka bersama-sama direktur profesi dan bendahara panitia, tetapi sampai saat ini tidak diproses secara bersama-sama, dan fokus saya menjadi tersangka tunggal,” paparnya.

Untuk itu, Nelson yang akan segera mengakhiri jabatan Rektor pada pertengahan September 2010 mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan tugas PLPG dengan baik dan sukses berdasarkan tuntutan UU Sikdiknas, UU Guru dan Dosen, Permendiknas, Pedoman Rambu-rambu pelaksanaan PLPG dan MoU yang ada. Dan hasilnya telah dinikmati oleh guru dan pengguna jasa guru tersebut.

“Mohon kepada Majelis Hakim, untuk memutuskan saya dibebaskan dari semua tuntutan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum, serta memulihkan nama baik dan martabat saya,” ujarnya.

Majelis hakim yang dipimpin Agus Herjono memutuskan akan membacakan vonis pada 21 September mendatang. Nelson, sebelumnya dituntut hukuman 3,6 tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum. (Lerman S)

Sumber: Suara Karya, Senin, 6 September 2010

Sumber Foto: matanews.com

Dibaca 1.021 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 633
Hari ini :4.214
Kemarin :7.800
Minggu kemarin:68.197
Bulan kemarin:260.090

Anda pengunjung ke 17.426.111
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi