infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Sumatra Utara > Kabupaten Asahan > Dua Mantan Napi Bongkar Makelar Kasus Di PN Kisaran

Kamis, 19 Agustus 2010

Dua Mantan Napi Bongkar Makelar Kasus di PN Kisaran

Kisaran - Dua mantan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II Labuhan Ruku ‘serang’ kantor Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Rabu (18/8) sekira pukul 12.00 WIB. Mereka menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar lembaga pengadilan bebas dari mafia hukum. Aksi unjuk rasa itu dilakukan secara spontan setelah keduanya bebas dari LP Labuhan Ruku. Keduanya merasa telah menjadi korban mafia hukum yang dilakukan oleh seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kisaran.

Mereka membawa beberapa foster yang berisi kecaman terhadap praktek mafia hukum yang terjadi dipengadilan Negeri Kisaran. Bahkan, dalam kecamannya mereka meminta agar JPU Kejaksaan negeri Kisaran yang terlibat mafia hukum segera diperiksa. “Kami meminta agar parktik mafia hukum dipengadilan negeri Kisaran ini segera dihapuskan. Tangkap dan proses secara hukum para pelaku mafia hukum yang telah merusak dan menyengsarakan rakyat,” ungkap Sabidin Harahap (35) mantan narapidana LP Labuhan Ruku ini.

Di depan kantor PN Kisaran itu, dirinya menjelaskan, ia telah menjadi korban mafia hukum beberapa waktu lalu. Dirinya mengaku telah diperas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kisaran berinisial MS dengan alasan untuk meringankan tuntutan. Mantan Narapidana yang baru keluar setelah mendapat remisi hari kemerdekaan ini mengaku kecewa. Untuk urusan perkara pasal 372 KUHPidana yang menjeratnya dirinya diminta uang sebesar Rp 7 juta.

Alasannya, uang yang diminta oleh JPU tersebut untuk meringankan hukuman yang akan dijalaninya. Bahkan, JPU, MS menjanjikan akan menjatuhkan hukuman 7 bulan penjara. Namun, dirinya dijatuhi hukuman oleh pengadilan negeri Kisaran selama 1 tahun 8 bulan. “Kami sangat menderita karena tindakan jaksa pemeras itu. Kami minta jaksa yang terlibat mafia hukum diproses. Bukan hanya kami berdua yang menjadi korban pemerasan oleh jaksa nakal itu, tapi masih banyak yang lainnya,” teriak Dapot Sirait mantan narapidana lainnya.

Dijelaskannya, dirinya juga baru bebas dari LP Labuhan Ruku setelah menjalani hukuman selama 4 bulan 15 hari. Padahal dirinya telah diminta uang sebesar Rp 5 juta dan dijanjikan hukuman selama 3 bulan oleh JPU MS.

Surat Pernyataan

Setelah melakukan orasi selama beberapa menit di halaman kantor Pengadilan Negeri Kisaran, keduanya langsung membagikan surat pernyataan. Surat pernyataan yang bermaterai itu berisikan daftar nama korban pemerasan yang dilakukan oleh JPU Mariati Siboro SH.

“Kami yang bertandatangan di bawah ini merupakan korban pemerasan mafia hukum yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kisaran Cabang Labuhan Ruku yang bernama Mariati Siboro SH. Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk menuntut keadilan dan penegakan hukum,” demikian isi surat pernyataan tersebut.

Di bawah pernyataan itu tertera nama 32 orang narapidana yang merupakan korban pemerasan yang dilakukan JPU MS. Surat pernyataan itu juga mencantumkan pasal KUHPidana yang dijalani para korban pemerasan itu dan jumlah uang yang diminta.

Para narapidana yang masih menjalani hukuman dan menjadi korban pemerasan itu di antaranya, Aris M dijerat pasal 303 dan dikutip Rp 2 juta. Endika S Lubis dijerat pasal 351 dikutip Rp 8 juta rupiah dan Halimah Ritonga pasal 170 KUHPidana dikutip Rp 5 juta rupiah.

Sidang Dihentikan

Suasana hiruk pikuk di luar gedung Pengadilan Negeri Kisaran akhirnya menarik perhatian pengunjung sidang. Puluhan pengunjung persidangan Pengadilan Negeri Kisaran berhamburan ke halaman kantor. Para pengunjung sidang terkejut melihat dua orang lelaki membawa foster bertuliskan kecaman. Keduanya berteriak melakukan orasi sehingga sempat mengejutkan majelis hakim.

Akibat aksi spontanitas kedua mantan narapidana itu persidangan sempat dihentikan selama beberapa menit. Persidangan akhirnya dilanjutkan kembali setelah suasana tenang dan tanpa terdengar suara.

Saling Curhat

Tindakan pemerasan yang dilakukan oknum JPU Kejaksaan Negeri Kisaran itu terungkap setelah para narapidana saling cerita. Sesama para narapidana yang berada di LP Labuhan Ruku itu curhat dengan lainnya. Dapot Sirait salah seorang mantan narapidana mengaku terkejut setelah mendengar cerita dari beberapa orang temannya. Mereka merasa mendapat perlakuan yang sama dari oknum JPU Kejaksaan Negeri Kisaran itu.

Setelah mengetahui tindakan tersebut, akhirnya para narapidana yang merupakan warga binaan LP Labuhan Ruku itu membuat surat pernyataan. Mereka mengaku telah menjadi korban pemerasan mafia hukum yang dilakukan oleh oknum Kejaksaan Negeri Kisaran.

Sementara itu, Oknum JPU Kejaksaan Negeri Kisaran, Mariati Siboro SH ketika dikonfirmasi tentang kasus pemerasan itu membantah. Dirinya mengaku tidak pernah melakukan pemerasan terhadap mantan narapidana tersebut. “Yah! Biar saja kalau mereka merasa menjadi korban pemerasan. Yang jelas saya tidak pernah merasa melakukan pemerasan terhadap mereka”, ungkap perempuan berkacamata ini sembari berlari menaiki tangga pengadilan negeri Kisaran.

Oknum JPU tersebut itu langsung menutup wajahnya ketika akan dilakukan pengambilan gambar. Dirinya langsung berlari keluar ruang persidangan usai menggelar siding di ruang III Pemgadilan Negeri Kisaran. Kepala Kejaksaan Negeri Kisaran, Didi Suhardi SH. MHum, ketika dikonfirmasi wartawan mengaku telah mendengar kasus tersebut. Dirinya mengaku telah menerima laporan tentang kasus pemerasan yang dilakukan oknum JPU tersebut.

“Yah kita memang sudah ada mendengar laporan tentang kasus pemerasan yang dilakukan oknum JPU terhadap mantan narapidana. Tapi kita masih akan melakukan proses pemeriksaan terhadap oknum jaksa itu, benar atau tidak”, ujarnya. (Arnes)

Sumber: Metro Siantar, Kamis, 19 Agustus 2010

Sumber Foto: sripoku.com

Dibaca 1.014 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 890
Hari ini :6.116
Kemarin :9.426
Minggu kemarin:69.982
Bulan kemarin:353.178

Anda pengunjung ke 16.622.735
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi