infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > DKI Jakarta > Provinsi DKI Jakarta > Sidang Kasus Suap Hakim PT TUN: DL Sitorus Tersudut Soal Asal Uang

Selasa, 10 Agustus 2010

Sidang Kasus Suap Hakim PT TUN: DL Sitorus Tersudut Soal Asal Uang

Jakarta - Posisi DL Sitorus sebagai terdakwa perkara suap kian tersudut. Pasalnya, pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (9/8), saksi-saksi yang dihadirkan menguatkan bahwa uang Rp 300 juta untuk menyuap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta memang berasal dari DL Sitorus.

Saksi pertama yang dihadirkan adalah Asti Kusmiati, staf administrasi pada kantor notaris Yoko Vera Mokoagow. Di hadapan persidangan yang dipimpin hakim ketua, Jupriyadi itu, Ati mengaku pernah diperintahkan notaris Yoko Vera untuk menyerahkan cek BNI senilai Rp 300 juta ke pengacara DL Sitorus, Adner Sirait.

Namun ternyata, Adner Sirait meminta agar uang dalam bentuk cash. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Agus Salim, sempat bertanya ke Ati apakah benar Adner pernah menghubunginya melalui telpon dan mengatakan,”hari gini kok kasih orang cek.” Ati pun membenarkan pembicaraan soal itu. Akhirnya, cek memang dicairkan. “Saya cairkan ke BNI. Uangnya pecahan 50 ribuan dan 100 ribuan,” ungkap Ati.

Setelah cek dicairkan, Ati menemui Adner Sirait untuk menyerahkan uangnya. Penyerahan dilakukan di samping kantor Walikota Jakarta Timur. Namun perempuan yang mengaku bekerja pada Yoko Vera sejak 2001 itu mengaku tidak tahu maksud pemberian itu. Ati hanya mengatakan, dirinya pernah melakukan hal serupa ketika disuruh bosnya menyerahkan uang Rp 300 juta ke Adner sebagai fee pengacara.

“Setahu saya uang itu untuk fee lawyer, Bu Yoko juga bilang begitu. Saya pernah membayarkan fee lawyer ke Pak Adner Rp 300 juta untuk kasus di PN Bekasi,” ujar Ati. untuk menjawab pertanyaan JPU tentang maksud pemberian uang itu.

Meski tidak tahu maksud pemberian uang itu, namun Ati membenarkan jika uang hasil pencairan cek di BNI memang dibungkus dengan kertas coklat di dalam kantong plastik hitam. Sedangkan Yoko Vera yang juga dihadirkan sebagai saksi mengaku bahwa pada 29 Maret 2010 pagi, dirinya dihubungi DL Sitorus. Pada pembicaraan per telpon, pemilik PT Sabar Ganda itu menanyakan ke Yoko Vera apakah ada berkas yang harus ditandatangani. Yoko Vvera pun mengatakan ada berkas yang perlu tanda tangan DL Sitorus.

Karenanya, DL Sitorus meminta Yoko Vera datang ke Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. “Kami bertemu di lobi. Setelah menandatangani berkas, Pak DL titip cek untuk fee lawyer Pak Adner Sirait,” kata Yoko Vera.

Hanya saja Yoko Vera tidak tahu jika cek dari DL Sitorus itu akan digunakan untuk menyuap hakim PT TUN DKI, Ibrahim. Yoko Vera memang mengakui bahwa dirinya tahu soal sengketa kepemilikan lahan di Cengkareng Jakatra Barat antara PT Sabar Ganda dengan Pemda DKI yang sedang ditangani PT TUN DKI. Namun ditegaskannya, dirinya tidak mengenal Hakim Ibrahim. “Saya tidak kenal dengan Pak Ibrahim. Setahu saya, cek Rp 300 juta itu untuk fee lawyer,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, DL Sitorus bersama dengan pengacaranya, Adner Sirait, didakwa telah menyuap hakim pada PT TUN DKI Jakarta, Ibrahim. Menurut JPU KPK, pemberian uang itu terkait dengan perkara banding bernomor register 36/B.2010/PT.TUN/JKT, guna menguatkan putusan tingkat pertama di PTUN DKI Jakarta yang amar putusannya memenangkan gugatan DL Sitorus dalam sengketa kepemilikan lahan di Cengkareng, Jakarta Barat, melawan Pemda DKI.

JPU menegaskan, uang suap itu dimaksudkan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepada Ibrahim untuk diadili. (ara/jpnn)

Sumber: Jpnn, Senin, 9 Agustus 2010

Sumber Foto: tribunnews.com

Dibaca 917 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 580
Hari ini :3.808
Kemarin :12.772
Minggu kemarin:73.797
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.361.502
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi