infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Tengah > Provinsi Jawa Tengah > 248 Kasus Korupsi Di Jawa Tengah Rugikan Negara Rp.131,8 M

Jumat, 23 Juli 2010

248 Kasus Korupsi di Jawa Tengah Rugikan Negara Rp.131,8 M

Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah

Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah

Semarang - Selama medio Juli 2009 hingga 2010, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah bersama Kejaksaan Negeri di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah menangani sebanyak 248 kasus tindak pindana korupsi. “Kasus-kasus korupsi itu mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga Rp 131,8 miliar,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Salman Maryadi usai mengikuti acara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Adhyaksa di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kamis (22/7).

Dari kerugian mencapai Rp 131,8 miliar, yang berhasil disita dan diselamatkan baru mencapai Rp 5,2 miliar. Dari jumlah 284 kasus korupsi itu, sebanyak 174 kasus di antaranya sudah masuk dalam tahap penuntutan di pengadilan. Sedangkan sisanya masih dalam tahap pemberkasan di kejaksaan karena menunggu penajaman audit perkaranya, menunggu kelengkapan pemeriksaan saksi-saksi, hingga masih mengumpulkan alat-alat bukti.

Salman menambahkan dari jumlah 248 kasus korupsi di Jawa Tengah sebanyak 109 kasus terjadi antara Januari hingga Juli 2010. Salah satu kasus yang merugikan uang negara terbesar adalah kasus korupsi dalam proyek perumahan Griya Lawu Asri di Karanganyar yang dikelola Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera di Karanganyar dengan nilai Rp 21,9 miliar.

Salman menyatakan masih banyak hambatan dalam penanganan kasus korupsi, terutama sulitnya mencari alat-alat bukti. Ia mencontohkan satu kesaksian orang tanpa ada dokumen yang memperkuat maka bisa dipatahkan dalam persidangan. “Kalau ada uang terima uang tapi tidak ada kwitansinya juga sulit dibuktikan,” Salman mencontohkan.

Dalam sambutan Hari Adiyaksa, Salman mengakui kinerja kejaksaan di Jawa Tengah memang belum maksimal. Ia juga mengakui selama ini masyarakat kadangkala tidak percaya dengan para aparat penegak hukum di kejaksaan. Bahkan, ia membandingkan dengan kinerja para hakim di pengadilan.

“Kinerja para hakim sudah baik sehingga diberlakukan remunerasi. Sedangkan jaksa belum dapat sehingga kita harus bisa mengejar lebih baik agar dapat remunerasi,” ujar Salman yang disambut tepuk tangan anak buahnya. Salman meminta agar seluruh jajarannya bekerja secara maksimal. Keraguan masyarakat itu, kata dia, harus dijawab dengan kerja nyata.

Salman yang akan segera pensiun dari jabatannya berjanji akan bekerja sekeras-kerasnya untuk perbaikan di Jawa Tengah. “Seperti tim sepak bola, pada masa injury time harus bisa mencetak gol sebanyak-banyaknya,” ujar Salman. (Rofiuddin)

Sumber: Tempointeraktif, Kamis, 22 Juli 2010

Sumber Foto: seputarsemarang.com

Dibaca 1.480 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 461
Hari ini :2.294
Kemarin :12.191
Minggu kemarin:78.292
Bulan kemarin:353.178

Anda pengunjung ke 16.564.084
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi