Warning: Creating default object from empty value in /home/korupsi/public_html/_config/class.application.php on line 109

Warning: mySQL: An error occured : 'Table './korupsi_info/statistik_pengunjung' is marked as crashed and should be repaired'
Query: SELECT sesID FROM statistik_pengunjung WHERE sesID='58e5f4c29dd2f1e1224c66f894290cdf' in /home/korupsi/public_html/_config/class.mysql.php on line 63

Warning: mySQL: An error occured : 'Table './korupsi_info/statistik_pengunjung' is marked as crashed and should be repaired'
Query: insert into statistik_pengunjung values('','58e5f4c29dd2f1e1224c66f894290cdf','54.224.109.48', '2017-07-22 20:49:01', 'index') in /home/korupsi/public_html/_config/class.mysql.php on line 63

Warning: mySQL: An error occured : 'Table './korupsi_info/statistik_pengunjung' is marked as crashed and should be repaired'
Query: DELETE FROM statistik_pengunjung WHERE left(tglkunjung,10)=(SELECT ADDDATE(CURDATE(), -2)) in /home/korupsi/public_html/_config/class.mysql.php on line 63

Strict Standards: mktime(): You should be using the time() function instead in /home/korupsi/public_html/inc/class.customSite.php on line 706

Strict Standards: mktime(): You should be using the time() function instead in /home/korupsi/public_html/inc/class.customSite.php on line 759
Didakwa Menerima Suap, Arafat Enanie Diancam Lima Tahun Penjara
infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Pusat > Didakwa Menerima Suap, Arafat Enanie Diancam Lima Tahun Penjara

Senin, 19 Juli 2010

Didakwa Menerima Suap, Arafat Enanie Diancam Lima Tahun Penjara

Komisaris Polisi Arafat Enanie mengenakan batik, tampak santai saat duduk di kursi pesakitan. Senin (19/7)

Komisaris Polisi Arafat Enanie mengenakan batik, tampak santai saat duduk di kursi pesakitan. Senin (19/7)

Jakarta - Sidang perdana Komisaris Polisi Arafat Enanie, Senin (19/7), digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda pembacaan dakwaan. Penyidik Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ini terancam hukuman pidana maksimal lima tahun penjara atas dakwaan menerima suap. “Dia diancam satu sampai lima tahun penjara dengan denda dari Rp 50 juta-Rp 250 juta rupiah,” ujar Jaksa Penuntut Umum, Asep Mulyana ketika ditemui seusai sidang Arafat.

Dalam sidang yang diketuai Hakim Haswandi ini, Arafat dijerat dengan Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 Undang-undang No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 20 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang no 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 65 ayat (1) KUHP.

Arafat didakwa menerima pemberian atau janji dari Gayus Tambunan, Haposan Hutagalung, Roberto Santonius, Andi Kosasih dan Alif Kuncoro. “Dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya,” ujar Yuni Daru, Jaksa Penuntut Umum, ketika membacakan dakwaannya.

Arafat dan pengacaranya mengajukan keberatan terhadap dakwaan dan mengajukan eksepsi yang akan dibacakan Senin (26/7) minggu depan. “Ada beberapa uraian yang tidak jelas dalam dakwaan,” ujar Firmansyah Zaidan, kuasa hukum Arafat ketika ditemui usai sidang. Salah satu hal yang perlu diperjelas, menurut Firman, adalah pemakaian uang suap untuk membeli rumah. “Padahal rumah itu ditempati sebelum proses penyidikan dimulai,” ujarnya menambahkan.

Mengenai tuduhan menerima suap sendiri, Firmansyah mengatakan hal itu nanti akan dibuktikan di proses persidangan. Arafat merupakan satu dari anggota penyidik Bareskrim Polri yang bertugas menyidik dugaan pidana pencucian uang dengan tersangka Gayus Tambunan. Gayus merupakan PNS di Ditjen Pajak yang melakukan penyetoran tunai berbentuk valuta asing sebesar US$ 400 ribu atau sekitar Rp 4,4 miliar di Bank BCA, di mana setoran ini menyimpang dari profil Gayus. Dalam dakwaan disebutkan bahwa Gayus kemudian menyuap Arafat agar membuka rekening Gayus yang diblokir.

Arafat juga didakwa menerima suap Harley Davidson Ultra Classic seharga Rp 410 juta dari Alif Kuncoro, agar Imam Cahyo Maliki, adik Alif, tidak dijadikan tersangka dalam kasus Gayus.

Seret Atasan

Dalam sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengaku dalam menjalankan aksi pencucian uang dirinya tak sendirian. “Saya diperintah atasan,” ujarnya usai sidang perdananya, Senin (19/7) dalam sidang yang dipimpin hakim Ketua Haswandi itu.

Karenanya, kuasa hukum Arafat, Firmansyah meminta atasan Arafat juga diusut. Arafat yang hanya berpangkat sebagai penyidik level bawah, kata Firmansyah, tidak mungkin bekerja sendiri. “Mekanisme kerjanya ada yang memerintah, ada yang diperintah,” ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum, Asep Mulyana, mendakwa Arafat menerima suap berupa motor Harley Davidson dari Alif Kuncoro agar Imam Cahyo Maliki, adik Alif, tidak ditetapkan sebagai tersangka. Agar Arafat tak terkesan dikorbankan, Firmansyah berharap atasan Arafat yang disebut dalam dakwaan ikut diusut. “Kami keberatan bila seolah-olah beliau yang paling bertanggung jawab,” ujarnya.

Beberapa nama atasan Arafat yang disebut dalam dakwaan antara lain Direktur II Eksus Brigjen Pol Edmon Ilyas, sebagai orang yang menandatangani surat panggilan Roberto Antonius yang mengalami perubahan status dari tersangka menjadi saksi. Komisaris Besar Pambudi Pamungkas, yang memerintahkan Arafat untuk melakukan pemeriksaan terhadap Gayus di luar Mabes Polri.

Firman mencontohkan pembukaan blokir rekening Roberto Santonius, tidak bisa dilakukan sendirian. “Arafat itu hanya penyidik pembantu. Soal pembukaan blokir, penyidik berpangkat Kompol mana bisa melakukan itu,” ujar Firmansyah. Begitu pula dengan perubahan status Roberto Santonius, dari tersangka menjadi saksi. “Sebetulnya orang yang memanggil itulah yang seharusnya ikut bertanggung jawab,” katanya.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan bahwa tanggal 21 Agustus 2009 terbit surat panggilan yang ditanda tangani oleh Direktur II Eksus Brigjen Pol Edmon Ilyas, yang isinya pemeriksaan Roberto Santonius sebagai saksi. Padahal, dalam surat panggilan sebelumnya yang bertanggal 14 Agustus yang juga ditanda tangani Edmon, Roberto berstatus sebagai tersangka.

Dalam dakwaan juga disebut bahwa Gayus, melalui kuasa hukumnya, Haposan Hutagalung, menyerahkan uang sebesar US$ 100 ribu dalam dua tahap yang rencananya diserahkan kepada Kombes Pambudi Pamungkas dan Brigjen Pol Edmon Ilyas. (Ratnaning Asih)

Sumber: Tempointeraktif, Senin, 19 Juli 2010

Sumber Foto: detik.com

Dibaca 790 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 0
Hari ini :11.125
Kemarin :11.627
Minggu kemarin:94.208
Bulan kemarin:468.392

Anda pengunjung ke
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :
Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi