infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Sumatra Selatan > Kota Palembang > Dugaan Korupsi Dana Bantuan CSR: 4 Jam Diperiksa, Kadisdikpora Palembang Bungkam

Rabu, 26 Mei 2010

Dugaan Korupsi Dana Bantuan CSR: 4 Jam Diperiksa, Kadisdikpora Palembang Bungkam

Palembang - Setelah memeriksa 12 kepala sekolah dasar negeri (SDN) di kawasan Kalidoni dan Ilir Timur (IT) 2 sebagai saksi, kemarin (24/5), tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) mencecar mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Hatta Wazol SE. Pemeriksaan terkait dugaan penyalahgunaan dana bantuan community social responbility (CSR) dari PT Pusri kepada Disdikpora senilai Rp 3,3 miliar.

Selain Hatta, tim penyidik Kejari Palembang memeriksa Nurlina (mantan kacabdisdikpora IT II), H Azhari (mantan kacabdisdikpora Kalidoni), dan Drs Sontang A Silaban (bendahara tim monitoring pembuatan/perbaikan SD bantuan bina lingkungan PT Pusri di Kecamatan IT II dan Kalidoni 2008/2009). Hatta diperiksa langsung oleh Kepala Kejari (Kajari) Palembang H Yuspar SH MH selama empat jam dari pukul 13.00-17.00 WIB.

Ia mendapat pertanyaan seputar kewenangannya selaku Kadisdikpora saat itu. Termasuk, mengapa dana CSR masuk ke rekening pribadi, pemberian dana pada SD/MI, jumlah, kegunaan dan sisa dana tersebut. “Juga pelaksanaan proyek, pembagian kontrak kerja dan realisasi proyek,” beber Yuspar.

Menurut dia, dari pemeriksaan penyidik terus mengumpulkan fakta serta barang bukti. “Intinya kita ingin menemukan siapa yang paling bertanggungjawab serta bagaimana modus operandi-nya.”

Melihat perkembangan penyidikan, Yuspar berkeyakinan minggu depan tersangka sudah diketahui. Apalagi, 18 saksi telah diperiksa. “Kita melihat penyimpangan dalam dua hal, yakni dari segi dana (uang) serta fisik proyek. Untuk tersangka bisa dari Disdikpora, PT Pusri maupun rekanan.”

Rencananya, hari ini tim penyidik memeriksa rekanan dalam pembangunan fisik gedung SD/MI. “Setidaknya ada 14 rekanan PT Pusri yang bakal diperiksa.” Masing-masing, CV Putra Prima, CV Usaha Jaya Sejahtera, CV Aa Putra, CV Usaha Bersama, CV Candradimuka, CV Sejati Alam Sejahtera, CV Maju Bersama, CV Jaya Sejahtera, CV 99, CV Arpahjaya, CV Latanza, dan CV Tarman Sejahtera.

Yuspar menegaskan penyimpangan terjadi karena ada dana masuk ke rekening pribadi Kadisdikpora saat itu sebesar Rp 3,3 miliar. Dana Rp 3,2 miliar sudah cair untuk pembangunan fisik SD/MI, namun masih disidik penggunaan dan realisasinya.

Masih ada sisa saldo Rp 100 juta dari rekening yang masih aktif tersebut. “Kita akan bekerja sama dengan pihak Bank karena semua transaksi yang lebih mengetahui adalah pihak Bank. Sedangkan audit kerugian negara, kita meminta bantuan BPKP,” ungkapnya.

Sementara itu, usai diperiksa Hatta memilih bungkam. Ia tidak mau berkomentar tentang hasil pemeriksaan. “Saya dak mau komentar, yang pasti selaku Kepala dinas saya bertanggungjawab,” tukas Hatta yang kini dipercaya menjadi Kepala Dinas Perindustrian, perdagangan dan koperasi (Kadisperindagkop) Palembang. Sejak awal pemeriksaan hingga akhir, Hatta yang memakai pakaian dinas itu, kerab senyum-senyum.

Sumber: Sumateraekspres, Selasa, 25 Mei 2010

Dibaca 711 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 1.278
Hari ini :9.693
Kemarin :12.772
Minggu kemarin:73.797
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.367.403
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi