infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Kalimantan Timur > Provinsi Kalimantan Timur > Korupsi Pengadaan Rotor Listrik: Jaksa Tahan Tiga Mantan Pimpinan PT Pupuk Kaltim

Senin, 12 April 2010

Korupsi Pengadaan Rotor Listrik: Jaksa Tahan Tiga Mantan Pimpinan PT Pupuk Kaltim

Samarinda - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menjebloskan tiga orang mantan pimpinan PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai tersangka korupsi ke Rumah Tahanan Negara Kota Kota Samarinda, Kamis. Ketiga orang itu adalah mantan Direktur Utama Omay Wiraatmadja, mantan Direktur Teknik Rukasah, dan mantan anggota panitia lelang Alfian Aman.

Hal itu dikemukakan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltim Baringin Sianturi di Samarinda, Jumat (9/4). “Mereka disangka terlibat penggelembungan biaya pengadaan rotor listrik,” katanya.

Sianturi memaparkan, satu rotor listrik diadakan untuk PT Kaltim Daya Mandiri, anak perusahaan PT Pupuk Kaltim, tahun 2007. Namun, pengadaannya menyimpang dari ketetapan internal pengadaan barang dan jasa sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Ada tiga penyimpangan. Pertama, tidak ditentukan lebih dulu harga pasar rotor listrik sehingga PT Pupuk Kaltim yang notabene milik negara membeli barang dengan harga jauh lebih mahal dan menimbulkan kerugian negara. Menurut Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, kerugian negara dalam kasus itu senilai 1,428 juta dollar AS (Rp 13 miliar).

Kedua, pengadaan rotor listrik senilai 4 juta dollar AS (Rp 36 miliar) itu lewat penunjukan langsung CV Sumijaya Utama, padahal seharusnya lelang. “Kami memasukkan Direktur CV Sumijaya Utama Nursalim dalam daftar pencarian orang,” katanya.

Ketiga, setiap pengadaan barang di atas Rp 4 miliar, perusahaan yang dijadikan mitra harus berkategori besar. Namun, CV Sumijaya Utama ternyata berkategori perusahaan menengah. Perusahaan itu pernah bermitra dengan PT Pupuk Iskandar Muda, tempat Omay Wiraatmadja pernah menjabat sebagai salah satu direktur sebelum dipindahkan ke PT Pupuk Kaltim.

Sianturi mengatakan, kasus rotor listrik disidik sejak 2007 sehingga masuk empat kasus tunggakan. Sejak menjabat pada September 2009, Sianturi ingin menyelesaikan semua kasus tunggakan, termasuk rotor listrik itu. (BRO)

Sumber : Kompas, Sabtu, 10 April 2010

Dibaca 1.073 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 286
Hari ini :266
Kemarin :13.898
Minggu kemarin:69.982
Bulan kemarin:353.178

Anda pengunjung ke 16.630.796
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi