infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Timur > Kabupaten Madiun > Berkas Perkara Korupsi 16 Mantan Dewan Madiun Dilimpahkan: Dipilah Jadi Dua

Sabtu, 6 Maret 2010

Berkas Perkara Korupsi 16 Mantan Dewan Madiun Dilimpahkan: Dipilah Jadi Dua

Madiun - Penyidikan kasus dugaan korupsi APBD pos anggaran dewan memasuki babak baru. Polisi diam-diam menyerahkan berkas perkara dengan tersangka 16 mantan anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 ke Kejaksaan Negeri setempat, Kamis (4/3), dua hari lalu.

Sumber Radar Madiun di internal Kejari Madiun menyebutkan, berkas perkara itu terbagi dalam dua berkas terpisah. Berkas pertama, terdapat 11 nama anggota dewan yang waktu itu duduk di panitia anggaran (Panggar) menjadi tersangka. Di antara 11 nama tersangka itu, ada Wisnu Suwarto Dewo, J Sinulingga, RM Kun Anshori, Adam Suparno.

Sedang berkas satunya, lima anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 juga berstatus tersangka. Mereka adalah Joko Santoso, Sonny Sunaryo, Hidang Jadi, Soejoso Adi, dan Haryo Indro Tjahjono. Kelimanya pernah masuk keanggotaan panitia musyawarah (Panmus).

Ketika dikonfirmasi, Isno Ihsan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Madiun membenarkan adanya pelimpahan tahap pertama dua berkas perkara korupsi itu. Berbeda dengan berkas Kokok Raya, Gandhi Yoeninta dan Ali Sahono, pimpinan dewan, yang dahulu dilimpahkan penyidik Polwil, berkas perkara 11 anggota DPRD Kota diserahkan penyidik Polresta Madiun.

Isno menyebut bahwa pihaknya bakal meneliti berkas itu selama sepekan. Seminggu berikutnya, jaksa akan berpendapat tentang hasil penelitiannya. Apakah berkas perkara langsung dinyatakan sempurna atau masih perlu dilengkapi lagi. “Secepatnya diteliti dan jaksa akan memberikan pendapat,” tegas Isno, kemarin (5/3).

Berapa jumlah jaksa? Isno mengatakan, tim penuntut umum (PU) yang diperintahkan untuk menangani kasus dugaan korupsi ini berjumlah sepuluh jaksa. Tim itu juga yang sebelumnya ditunjuk menangani perkara serupa dengan tersangka Kokok Raya, Ali Sahono, dan Gandhi Yoeninta. Tiga mantan pimpinan DPRD Kota periode 1999-2004 itu sekarang sedang menjalani persidangan.

Di bagian lain, penyidik Polresta Madiun tengah menunggu petunjuk dari Kejari setempat pascapelimpahan berkas tahap pertama. Ada dua opsi perkembangan kasusnya. Opsi pertama, berkas langsung dinyatakan sempurna dan lengkap oleh kejaksaan (P-21) karena dinilai telah memenuhi syarat formil dan materiil. Opsi kedua, berkas perkara masih perlu adanya dilengkapi (P-18/P-19).

Kapolresta Madiun AKBP Aldrin Hutabarat saat dihubungi melalui Kasat Reskrim AKP Eko Rudianto menegaskan, penyidiknya langsung meneliti dan melengkapi kekurangan setelah mendapat penyerahan berkas perkara dari Polwil Madiun. “Nanti memang ada dua kemungkinan, apakah lengkap atau perlu revisi (berkas perkara), ya kita tunggu,” jelasnya. “Kewenangan untuk menentukan itu ada di kejaksaan,” imbuhnya. Dia sempat mengatakan, penyidik Polresta Madiun belum sampai melakukan pemeriksaan ulang terhadap 16 tersangka. (ota/hw)

Sumber : jawapos.com, Sabtu, 6 Maret 2010
Sumber Foto: mustjans69.files.wordpress.com

Dibaca 662 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 1.099
Hari ini :8.933
Kemarin :12.772
Minggu kemarin:73.797
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.366.642
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi