infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Timur > Kabupaten Madiun > Berkas 16 Tersangka Kasus Korupsi DPRD Madiun Masuk Polresta

Jumat, 19 Februari 2010

Berkas 16 Tersangka Kasus Korupsi DPRD Madiun Masuk Polresta

Madiun - Perkembangan kasus dugaan korupsi dengan tersangka 16 mantan anggota DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 memasuki babak baru. Saat ini, berkas penyidikan sudah diserahkan ke Polresta Madiun dari Polwil. Ini, menyusul rencana likuidasi Polwil. Juli Pudjiono, koordinator tim penasehat hukum (PH) mangatakan, pihaknya terus memantau proses hukum 16 kliennya.

“Surat pemberitahuan (penyerahan, Red) dari Polwil sudah kami terima. Langkah kami saat ini fokus monitoring perkembangannya kasus yang ganti ditangani Polresta Madiun,” papar Juli Pudjiono, kemarin (18/2).

Juli menjelaskan, setelah berkas penyidikan dilimpahkan, kasus tersebut menjadi kewenangan Polresta. Dia mengaku tak mengetahui secara persis proses di Polresta itu memakan waktu hingga kapan. Namun, lanjutnya, cukup dimengerti jika Polresta mempelajari berkas penyidikan tersebut. “Kami belum tahu proses di Polresta itu lama atau tidak. Ya kami tunggu saja prosesnya,” tambah Juli.

Dijelaskan, jika berkas penyidikan sudah fix, bisa dilakukan pelimpahan tahap pertama ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun. Jika sudah dinyatakan P-21 atau lengkap oleh kejaksaan, tahapan selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap kedua. Untuk proses itu, tim penasehat hukum berharap proses segara tuntas. “Ya segera saja. Semua tersangka kan sudah tuntas diperiksa saat di Polwil. Jadi kami berharap kejelasan hukum bagi 16 mantan anggota dewan itu segera diberikan,” paparnya.

Juli menambahkan, dari 25 anggota DPRD periode 1999-2004, tiga dari empat unsur pimpinan yakni Kokok Raya, Ali Sahono dan Gandhi Yoeninta sudah mulai menjalani sidang. Satu pimpinan lainnya, yakni Sukijat, ditangani Den Pom (Detasemen Polisi Militer V/I) Madiun. “Ada tiga yang sudah meninggal, otomatis prosesnya ikut gugur. Sedangkan 16 klien kami ini memang jalan terus prosesnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolresta Madiun AKBP Aldrin Hutabarat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Eko Rudianto mengatakan, berkas pemyidikan untuk 16 mantan anggota dewan diterima dari Polwil Jumat (12/2) pekan lalu. “Sudah kami terima berkasnya. Kami akan laporkan dulu ke atasan,” jelasnya dikonfirmasi Rabu (17/2).

Apakah ada pemeriksaan ulang berkas? Eko masih enggan memberikan komentar. Dia mengaku baru menentukan langkah setelah melaporkan ke pimpinan. “Kami belum bisa jawab. Nanti kalau sudah ada kami informasikan,” jelasnya. (ota/irw)

Sumber  : jawapos.com , Jum’at, 19 Februari 2010
Sumber Foto:
mustjans69.wordpress.com

Dibaca 536 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 634
Hari ini :1.447
Kemarin :13.395
Minggu kemarin:79.572
Bulan kemarin:396.528

Anda pengunjung ke 19.110.921
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi