infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Tengah > Kabupaten Brebes > Ratusan Warga Geruduk Pengadilan Brebes: Vonis Terdakwa Korupsi Raskin

Selasa, 9 Februari 2010

Ratusan Warga Geruduk Pengadilan Brebes: Vonis Terdakwa Korupsi Raskin

Brebes—Ratusan warga Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes, menggeruduk kantor  Pengadilan Negeri (PN) di jalan A Yani, Senin (8/2) sekitar pukul 11.00.

Mereka  mendesak majelis hakim menjatuhi hukuman seadil-adilnya terkait kasus dugaan korupsi beras miskin (raskin) tahun 2008 senilai Rp 99 juta, dengan terdakwa Kapala Desa (Kades) Tegalglagah, Dulhadi.

Aksi demo dilakukan warga sebelum sidang kasus dugaan korupsi itu digelar dengan agenda pembacaan vonis. Warga yang berjumlah sekitar 200 orang itu, datang menggunakan enam mobil pikap. Tiba di halaman PN, warga langsung melakukan orasi terbuka sambil membawa puluhan poster tuntutan. Mereka juga menggelar zikir bersama dan aksi gejuk bumi.

Koordinasi aksi, Johan mengatakan, warga berunjukrasa untuk menuntut keadilan ditegakkan. Hakim harus bisa menjatuhi hukuman seadil-adilnya atas tindakan kades. ”Warga sudah sangat menanti adanya keadilan bagi pelaku korupsi,” tandasnya.

Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Tegalglagah, Moh Subkhan mengatakan, warga hanya meminta hukuman yang setimpal dan seadil-adilnya sesuai tuntutan dalam persidangan. Bila majelis hakim tidak menvonis sesuai kehendak warga, pihaknya siap melaporkan ke Komisi Yudisial (KY). “Kami minta majelis hakim adil,” tegasnya.

Dua Tahun Menurut dia, aksi warga yang dilaksanakan di PN Brebes bukan kali pertama. Warga sudah melakukan aksi hingga 10 kali lebih. Sebab, warga sangat berharap keadilan ditegakkan di Brebes. “Sesuai tuntutan jaksa, terdakwa dituntut dua tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 5 bulan, serta ganti rugi Rp 99 juta. Ini yang diinginkan warga,” terangnya.

Dia mengungkapkan, Kades Tegaglagah disidang atas kasus dugaan korupsi raskin senilai Rp 99 juta di tahun 2008 lalu. Modusnya, raskin dibayar warga di atas harga pagu, yakni Rp 2.000/ kg dari harga pagu Tp 1.600/ kg.

Namun, sisa pembelian itu dibayarkan langsung oleh RT ke kades dan diduga untuk kepentingan pribadi. “Yang jelas, kami menuntut adanya keadilan. Kami percaya majelis hakim bekerja profesional,” kata Subkhan.

Usai berunjuk rasa, kemudian mengikuti sidang kasus tersebut. Sebagian dari meraka ada yang masuk ruang sidang dan sebagian lain menunggu di luar ruang sidang. (H38-61)

Sumber : suaramerdeka.com, Selasa, 09 Februari 2010
Sumber Foto: brebes1.web44.net

Dibaca 1.274 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 672
Hari ini :3.790
Kemarin :8.761
Minggu kemarin:73.797
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.348.648
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi