infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Barat > Provinsi Jawa Barat > Pemberantasan Korupsi, Terjegal Budaya Lokal Ewuh Pekewuh

Senin, 8 Februari 2010

Pemberantasan Korupsi, Terjegal Budaya Lokal Ewuh Pekewuh

Lemahnya Presiden SBY, Pemberantasan Korupsi Hanya Janji Sorga Kampanye

Lemahnya Presiden SBY, Pemberantasan Korupsi Hanya Janji Sorga Kampanye

PEMBERANTASAN korupsi di negeri ini terus-menerus menjadi pertanyaan inti. Banyak pihak sangsi atas kinerja pemerintah melawan korupsi sembari berharap penegak hukum terus berprestasi memberantas korupsi.

Kesangsian dan harapan itu menyebar juga di Jawa Barat dan, tentu saja, Bandung. Pemberantasan korupsi di Jabar belum menunjukkan prestasi membanggakan. “Belum ada satu pun kasus korupsi yang ditangani secara tuntas,” kata Konsulat Nasional Gerakan Rakyat Anti Korupsi Harlans M Fachra di Bandung, Minggu (7/2).

Salah satu kasus di Jabar yang akhirnya terbilang tuntas adalah korupsi proyek pengadaan alat berat dan mobil pemadam kebakaran senilai Rp 72 miliar. Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan divonis 4 tahun pada pertengahan 2009. “Tapi, ini kan bukan perstasi penegak hukum di Jabar, melainkan Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Harlans.

Kasus korupsi di Jabar biasanya berakhir dengan tanda tanya. Contoh yang paling menonjol adalah kasus Kavling Gate yang melibatkan 100 mantan anggota DPRD Jabar. Setelah mantan Ketua DPRD Jabar Eka Santosa divonis bebas dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp 33,4 miliar itu, kasus tersebut seolah menguap.

Terakhir, publik mulai meraba arah penanganan kasus dugaan korupsi dana pedagang kaki lima Rp 2,5 miliar yang melibatkan dua pejabat Pemkot Bandung. Bebasnya Iwan Suhermawan dari dakwaan dicurigai menjadi awal bebasnya dua pejabat tersebut. “Tapi, perlu ditunggu karena prosesnya masih berjalan,” kata pakar hukum dari Universitas Padjadjaran, Indra Perwira.

Meski demikian, ia menilai jalan pemberantasan korupsi masih lambat. Faktor pengganjal utama pemberantasan korupsi adalah budaya lokal. Kasus Kavling Gate, misalnya, baru tertangani setelah Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar berganti-ganti sampai lima kali. Banyak pihak enggan mengungkapkan kejadian sebenarnya karena takut menyakiti teman atau atasannya.

Ewuh Pekewuh

Budaya yang tecermin dalam ungkapan silih asah, silih asih, dan silih asuh, serta sedulur, selembur, sekasur membuat orang enggan menyakiti hati atau menyengsarakan orang lain. “Apalagi jika tersangkanya adalah atasan yang murah hati dan suka bagi-bagi sehingga memunculkan sikap ewuh pekewuh, segan. Para tersangka yang akhirnya masuk penjara itu biasanya orang yang tidak suka bagi-bagi,” kata Indra.

Indra menduga, budaya ewuh pekewuh tumbuh dalam lembaga semacam musyawarah pimpinan daerah (muspida) yang melibatkan badan eksekutif, yudikatif, polisi, dan tentara. Terdapat unsur politik dalam lembaga itu yang memungkinkan antarbadan berkonsolidasi.

“Muspida hanya menjadi forum cincai-cincai (lobi politik) kasus korupsi. Menurut saya, bubarkan saja muspida,” kata Harlans.

Bagi Harlans, pemberantasan korupsi akan efektif jika pucuk pimpinan seperti gubernur atau wali kota mampu mencerminkan itikad kuat memerangi korupsi. Sayangnya, ia tidak melihat itu pada diri Gubernur Jabar dan Wali Kota Bandung.

Indra menambahkan, prinsip good governance perlu ditegakkan untuk memerangi korupsi. Program pemberian insentif berbasis kinerja seperti yang dilakukan Pemprov Jabar bisa menjadi titik awal. (Mohammad Hilmi Faiq)

Sumber : Kompas, Senin, 8 Februari 2010
Sumber Foto:
manusiakriminal-banten.blogspot.com

Dibaca 257 kali

Share
Facebook  Langganan berita korupsi

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 440
Hari ini :4.884
Kemarin :9.664
Minggu kemarin:89.742
Bulan kemarin:312.176

Anda pengunjung ke 2.917.550
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi