infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Maluku Utara > Kabupaten Halmahera Utara > Anggota KPK Gadungan Dibekuk Di Halmahera Utara

Selasa, 6 Januari 2009

Anggota KPK Gadungan Dibekuk di Halmahera Utara

Ternate - Polres Halmahera Utara (Polres) lewat satuan Intelkamnya berhasil membekuk Sony Sumampow (35), yang mengaku anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah beraksi selama 6 bulan dan berhasil memeras sejumlah pejabat, anggota KPK gadungan itu akhirnya ditangkap polisi di penginapan Green Wosia, Tobelo, Halut, Senin (5/1/2009).

Pelaku yang hanya tamatan SLTP itu terbilang cukup lihai dan cerdik dalam melakukan aksinya. Buktinya, uang jutaan rupiah berhasil didapat hanya dengan mengancam akan membeberkan kasus-kasus yang dilakukan para korban. Bukan hanya pejabat, sejumlah kontraktor dan kepala desa pun tak luput dari aksi Sony. Bahkan, polisi setempat pun pernah ditipunya dengan mengaku sebagai intel dari Mabes Polri yang diperbantukan di KPK, dan korbannya beberapa anggota polisi setempat.

Terakhir sebelum dibekuk, pelaku berencana untuk datang memeriksa Bupati Halamahera Utara, Hein Namotemo, terkait dengan laporan yang telah masuk ke KPK. Bersama pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp.4.422.000 dan sebuah telepon genggam.

"Uang itu sisa dari hasil menipu kepala desa Biang, kecamatan Kao, dan salah satu kontraktor yang mengelola anggaran DAK (dana alokasi khusus) di Dikjar Halut yang ditotal keseluruhan Rp10 juta," aku tersangka.

Pelaku sendiri saat ini sementara diperiksa secara intensif terkait pengembangan pemeriksaan penipuan terhadap kontraktor anggaran DAK Dikjar Halut. "Modus penipuannya dengan mencatut nama KPK, pelaku lalu memeras korban dengan dalil akan menutupi kasus mereka," ujar Wakapolres Halut Kompol Matheys Beay.

Diungkap Wakapolres, kasus penipuan dan pemerasan dengan membawa nama KPK memang sudah marak di Halut sejak enam bulan belakangan. "Tapi baru kali ini, pelaku bisa ditangkap. Korbannya berasal dari kalangan pejabat, kepala desa, kontraktor  tokoh masyarakat dan tokoh agama," ungkap Theys.

Polisi juga kemungkinan akan mengembangkan kasus ini dengan meminta korban membeberkan nama-nama korbannya. "Tentunya akan kami kembangkan. Kecurigaan kami, bisa saja ada kejahatan yang dilakukan para korban sehingga bisa dengan mudah memberi uang pada pelaku," tambahnya. (fit)

Sumber: Okezone,  6 Januari 2009

Dibaca 1.326 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 364
Hari ini :3.324
Kemarin :13.395
Minggu kemarin:79.572
Bulan kemarin:396.528

Anda pengunjung ke 19.112.809
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi