infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Gorontalo > Kabupaten Pohuwato > Kajari Tahan Empat Tersangka Korupsi

Selasa, 24 Maret 2009

Kajari Tahan Empat Tersangka Korupsi

Pohuwato - Kejaksanaan Negeri Marisa, Senin (23/3) tadi malam, menahan empat tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan komunitas adat terpencil atau KAT di Desa Lomuli Kecamatan Lemito, tahun anggaran 2007. Keempat tersangka itu adalah rekanan proyek, dan konsultan teknis di lapangan. Mereka adalah HL alias Helmi (rekanan), sedangkan tiganya lagi yakni AB alias Ahmad, SU, dan SK alias Ato yang semuanya adalah konsultan pengawas.

Keempatnya ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan panjang dan intens sejak petang kemarin. Informasi Gorontalo Post menyebutkan, penahanan keempat tersangka tersebut dilakukan Kajari Marisa untuk kemudahan proses penyidikan perkara serta menghindari kemungkinan kaburnya keempatnya dan penghilangan barang bukti hasil kejahatan.

Pasalnya, keempat tersangka tersebut rata-rata adalah warga Kota Gorontalo, berdomisili dan tinggal di sana. Proyek itu sendiri adalah proyek Dinas Sosial Provinsi Gorontalo dengan pagu anggaran tak kurang Rp 1,3 miliar. Dari pagu sebesar itu, Kajari menemukan dugaan potensi kerugian keuangan Negara sebesar Rp 316 juta, hasil dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan keempat tersangka. Kajari telah mengantongi cukup bukti penyimpangan proyek hasil penelitian teknis tenaga ahli sipil, serta hasil audit investigasi lapangan. Data dan bukti itu tambah diperkuat hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan atau BPKP, yang hasilnya menguatkan temuan kajari di atas.

Dengan semua data itu, Kajari kemudian menemukan data kuat dugaan penyimpangan keuangan Negara sebesar Rp 316 juta. Uang sebesar itu diduga telah diselewengkan untuk kepentingan pribadi keempatnya atau kelompoknya. Pantaun Gorontalo Post semalam, penahanan keempat tersangka tersebut berlangsung lancar, di bawah pengawalan ketat satuan Samapta Polres Pohuwato. Keempatnya langsung digelendang ke mobil tahanan Kajari, untuk kemudian dibawa dan tahan di Mapolres Pohuwato atas titipan Jaksa. Sebelum akhirnya dibawa ke Polres, keempatnya sempat melakukan permintaan penangguhan Kajari. Namun, upaya hukum itu tetap tak mempengaruhi upaya kajari menahan keempatnya.

Kajari Marisa melalui Jaksa penyidik Zulkifli Mooduto membenarkan penahanan keempat tersangka dugaan tindak pidana korupsi proyek KAT milik Dinas Sosial Provinsi itu. Menurut Zulkifli, yang juga Kasie Intel  Kajari penahanan keempat tersangka tersebut dilakukan untuk kepentingan kemudahan proses penyidikan. Keempatnya dikhawatirkan akan melarikan diri, menyusul tempat tinggal mereka yang berada di wilayah hukum Kota Gorontalo. Zul menambahkan, proyek KAT itu adalah proyek tahun anggaran 2007 yang diperuntukan untuk pembangunan sedikitnya 102 unit rumah KAT. Belakangan, proyek itu dinyatakan bermasalah dan kemudian disidik Kajari. (gpinfo)

 

Sumber: Gorontalo Post,  Selasa, 24 Maret 2009

Dibaca 1.149 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 1.456
Hari ini :8.545
Kemarin :8.484
Minggu kemarin:96.230
Bulan kemarin:396.528

Anda pengunjung ke 19.084.678
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi