Padang—Sejumlah lembaga yang tergabung dalam gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK atau Cicak Padang berharap fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi dikembalikan. Komisi ini dianggap masih efektif untuk memberantas korupsi yang terjadi di sejumlah lembaga dan di berbagai daerah.
Hal ini menjadi pesan yang disampaikan sejumlah lembaga yang mendukung kelahiran Cicak Padang, Kamis (13/8). Kelahiran Cicak Padang ditandai dengan long march dari Lapangan Imam Bonjol ke Kantor Gubernur Sumatera Barat.
Koordinator lapangan, Ronny Syahputra, mengatakan, long march itu dilakukan sebagai ajang berbagi informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kegiatan ini sekaligus cara untuk mengajak masyarakat bergabung dengan Cicak Padang,” ucap Ronny.
Di sejumlah titik perjalanan, pendukung deklarasi kelahiran Cicak Padang ini juga mengadakan orasi seputar persoalan korupsi dan penanganannya. Para demonstran sempat menaikkan bendera Merah Putih di tiang bendera yang terletak di halaman Kantor Gubernur Sumbar. Saat itu tidak ada bendera yang berkibar di tiang. Pendukung Cicak Padang menaikkan satu bendera Merah Putih yang dijadikan atribut demonstrasi.
Sejumlah petugas di Kantor Gubernur Sumbar berupaya menjelaskan ketiadaan bendera Merah Putih di tiang ini.
Gerakan Cicak Padang diperkuat oleh 29 lembaga dari badan eksekutif mahasiswa (BEM), lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kewartawanan, serta kelompok studi. (ART)