infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Tengah > Provinsi Jawa Tengah > BPKP Jawa Tengah Audit 47 Kasus Korupsi

Rabu, 12 Agustus 2009

BPKP Jawa Tengah Audit 47 Kasus Korupsi

BPKP Jateng

BPKP Jateng

Magelang—Tahun ini, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Jawa Tengah mengaudit 47 kasus dugaan korupsi. Dari 30 kasus yang sudah diaudit, nilai total kerugian negara mencapai Rp 53 miliar. Jumlah kerugian negara terbesar adalah kasus dugaan korupsi APBD Cilacap sebesar Rp 21,8 miliar yang menyeret nama Bupati Cilacap Probo Yulastoro sebagai tersangka.

“Khusus untuk 17 kasus yang masih kami tangani, dari laporan sementara yang kami terima dari kejaksaan, besar kerugian negara berkisar Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar,” ujar Kepala BPKP Jateng Arzul Andaliza saat ditemui di sela-sela acara forum budaya kerja dan penghargaan pegawai BPKP 2009 di Hotel Puri Asri, Magelang, Senin (10/8).

Sebanyak 17 kasus korupsi yang masih diaudit tersebut di antaranya adalah kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kabupaten Kendal, korupsi dalam proyek pembangunan jalan di Grobogan, proyek pembangunan waduk di Brebes, dan proyek pengadaan pakaian dinas di Pekalongan.

Proses audit ini, menurut Arzul, biasanya berjalan cukup lama karena begitu banyaknya data yang harus dihimpun dan diklarifikasi. “Dalam hal ini, kami harus benar-benar berhati-hati,” ujarnya.

Jumlah kasus dugaan korupsi yang diterima dan harus diaudit tahun ini meningkat dibanding tahun lalu sebab selama tahun 2008 saja jumlah kasus yang ditangani hanya 55 kasus.

Terkait dengan proses penanganan korupsi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Temanggung tengah menyelidiki 48 kasus dugaan korupsi bansos. Sebanyak 48 kasus tersebut adalah korupsi dana keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. “Besar kerugian negara yang ditimbulkan berkisar Rp 5 juta hingga Rp 80 juta,” ujarnya. Total kerugian negara yang ditimbulkan dari 48 kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 580 juta.

Korupsi dana bansos keagamaan terbesar Rp 80 juta sudah dilimpahkan ke pengadilan dengan tersangka Istakhori, warga Kecamatan Ngadirejo. Dana yang semestinya digunakan untuk membangun Mushala Al Kautsar di Jalan Raya Ngadirejo ini diselewengkan oleh tersangka untuk membiayai kegiatan pembibitan tanaman cabai. Pada akhir penyidikan di kejaksaan, lahan cabai tersebut sudah panen dan cabainya laku terjual Rp 5 juta. (EGI)

Sumber : Kompas, Selasa, 11 Agustus 2009
Sumber Foto: bpkp.go.id

Dibaca 1.419 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 379
Hari ini :1.471
Kemarin :12.395
Minggu kemarin:90.623
Bulan kemarin:359.009

Anda pengunjung ke 18.737.318
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi