infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Timur > Kabupaten Banyuwangi > Proyek Listrik Desa Dari APBD Banyuwangi Rp 3,9 M Bermasalah

Selasa, 4 Agustus 2009

Proyek Listrik Desa dari APBD Banyuwangi Rp 3,9 M Bermasalah

Belum Ada Tender, Pengerjaan Sudah Jalan

Banyuwangi—Proyek Listrik Pedesaan (Prolides) tahun 2009 senilai Rp 3,942 miliar diduga bermasalah. Proyek yang didanai APBN 2009 itu sudah dikerjakan sebelum pelaksanaan tender.

Pada 2009, Banyuwangi mendapatkan kucuran dana APBD untuk Prolides. Jumlah pundi-pundi Rp 3,942 miliar tersebut digunakan untuk pembangunan jaringan distribusi listrik di sejumlah titik di beberapa kecamatan. Yang mendapatkan kucuran dana segar itu adalah Kecamatan Kalipuro Rp 535,7 juta; Kecamatan Kabat Rp 900 juta; Kecamatan Glenmore Rp 1,297 miliar; dan Kecamatan Kalibaru Rp 1,227 miliar.

Pembangunan jaringan listrik di Kecamatan Kalipuro berada di Desa Kelir dan Desa Telemung; Kecamatan Kabat berada di Desa Gombolirong; Kecamatan Glenmore berada di Desa Margo Mulyo serta Desa Sepanjang; dan Kecamatan Kalibaru berada di Desa Gunung Raung.

Lelang anggaran yang dititipkan di PT PLN Distribusi Jatim itu diumumkan pada 9 Juli 2009, sedangkan tendernya baru dilaksanakan pada 30 Juli 2009 di Surabaya. Yang janggal, meski tender baru dilaksanakan pada 30 Juli, pekerjaan proyek tersebut sudah dilaksanakan jauh sebelumnya. Sebagaimana terlihat di Dusun Banjarwaru, Desa Kelir, dan Dusun Wonosuko, Desa Telemung, puluhan pal (tiang beton, Red) listrik sudah terpasang rapi.

Berdasar keterangan beberapa warga, pemasangan pal itu sudah dilakukan beberapa bulan lalu, yakni sekitar Mei dan Juni. Tetapi, warga tidak tahu bahwa tender proyek tersebut belum dilakukan. “Pemasangannya mulai akhir Mei sampai Juni,” ujar Hadi, salah seorang warga.

Bukan hanya di Kelir, pemandangan yang sama juga terlihat di Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore. Di tempat itu, puluhan tiang listrik yang terbuat dari beton pun sudah berjajar. Hanya, tiang tersebut belum dipasangi kabel.

Namun, Riyanto, ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa PT PLN Distribusi Jatim Satker Listrik Pedesaan Tahun 2009, membantah bahwa pekerjaan itu sudah dilakukan. Menurut dia, hingga saat ini panitia tender belum menetapkan pemenang. “Kami masih dalam proses evaluasi hasil,” tegasnya kemarin.

Riyanto juga mengatakan tidak benar bahwa di lokasi proyek telah berdiri beberapa tiang beton. Sebab, sampai saat ini pemenang tender belum ditetapkan. “Kalau ada pekerjaan, yang jelas, bukan kami yang mengerjakan,” bantahnya. (afi/jpnn/zen)

 

Sumber : Radar Banyuwangi, Selasa, 04 Agustus 2009
Sumber Foto: antarajatim.com

Dibaca 1.115 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 369
Hari ini :1.550
Kemarin :9.426
Minggu kemarin:69.982
Bulan kemarin:353.178

Anda pengunjung ke 16.618.146
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi