infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Timur > Kabupaten Pamekasan > Kasus Program Listrik Masuk Desa Rp 9 Miliar: Kejari Pamekasan Menetapkan 10 Tersangka

Rabu, 22 Juli 2009

Kasus Program Listrik Masuk Desa Rp 9 Miliar: Kejari Pamekasan Menetapkan 10 Tersangka

Pamekasan—Tersangka kasus dugaan Penyimpangan proyek Program Listrik Masuk Desa (PLMD) semakin banyak. Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan menetapkan tiga tersangka baru. Jika ditambah dengan tujuh tersangka sebelumnya, kini sudah 10 tersangka dari kasus proyek senilai Rp 9 miliar itu.

Tiga tersangka baru yang ditetapkan kejaksaan adalah HC, HW, HP. Penetapan HC dan kawan-kawan (dkk) dari pihak rekanan sebagai tersangka menyusul hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik kepada sejumlah saksi.

Sebelumnya, penyidik kejaksaan telah menetapkan tujuh tersangka, yakni RM dkk. Namun, hingga kemarin pihak kejari belum juga mau menginformasikan nama lengkap sekaligus lembaga dari 10 tersangka tersebut.

Alasannya masih sama dengan sebelumnya. Yakni, demi kelancaran proses penyidikan dan penyelidikan. Namun begitu, penyidik mengungkapkan, tiga tersangka baru itu juga berasal dari pihak ketiga.

Kepala Kejari Pamekasan Kadarsyah mengatakan, pihaknya memang bekerja cepat dalam penyelidikan kasus PLMD. Penyidik memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui dugaan tindak pidana korupsi itu. Termasuk, mendatang saksi ahli. "Intinya, semua saksi dan sumber kami mintai keterangan. Sehingga, kami punya data dan bukti proyek yang dimulai sejak 2005 itu diduga kuat terjadi penyimpngan," katanya di sela-sela perayaan HUT Adhyaksa ke-49 kemarin.

Diungkapkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, semakin meyakinkan bahwa tiga orang itu diduga kuat terlibat dalam kasus PLMD. "Untuk itu, ketiganya kami tetapkan sebagai tersangka," tegas Kadarsyah.

Meski telah ditetapkan 10 tersangka, kejaksaan belum juga menahan mereka. "Mereka proaktif dan tidak pernah mangkir dari pemeriksaan. Artinya, selama ini masih mengikuti aturan yang berlaku. Sementara tidak ditahan," dalihnya.

Sekadar mengingatkan, kasus dugaan tindak pidana korupsi PLMD tersebut mulai terungkap setelah proyek yang menghabiskan dana sekitar Rp 9 miliar lebih itu mangkrak. Proyek yang dimulai 2005 sampai 2008 itu. Namun, total kerugian masih belum dipastikan oleh kejaksaan.

Proyek yang bersumber dari APBD Pamekasan ini hingga sekarang belum ada kepastian. Hanya sebagian tiang listrik yang ada. Sedangkan listrik ke rumah-rumah warga belum mengalir. (nam/mat)

Sumber : Radar Madura, Rabu, 22 Juli 2009

Dibaca 973 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 773
Hari ini :8.560
Kemarin :8.698
Minggu kemarin:65.089
Bulan kemarin:311.399

Anda pengunjung ke 17.801.713
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi