infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Sumatra Utara > Kabupaten Asahan > Berkas Korupsi Bupati Asahan Dilimpahkan Ke Kejati Sumut

Jumat, 13 Januari 2006

Berkas Korupsi Bupati Asahan Dilimpahkan ke Kejati Sumut

Medan, Sumut — Setelah ditahan selama tiga hari, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) akhirnya menyerahkan Risuddin, Bupati Asahan, kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut guna ditindaklanjuti proses hukumnya. Namun tersangka kasus korupsi dana pengadaan bahan pakaian dinas PNS yang bersumber dari APBD Asahan tahun 2003 ini tidak langsung ditahan.

Penyerahan Risuddin dilakukan Kepala Satuan III Tindak Pidana Korupsi Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Tagam Sinaga pada Kamis (12/1/2006), sekitar pukul 14.30 WIB.  Turut diserahkan kepada kejaksaan dua tersangka lainnya dalam kasus yang sama, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah Endang N. Wijaya dan Asisten II Pemerintah Kabupaten Asahan Darmansyah.

Risuddin sendiri tidak bersedia berbicara kepada wartawan yang menunggunya sejak siang. Ketika memasuki gedung Kejati Sumut di Jalan Kejaksaan Medan, dia langsung menutupi wajahnya dengan koran. Kepada Asisten Pidana Khusus Kejati Sumut Fachmi yang menerima, Tagam juga menyerahkan beberapa barang bukti, di antaranya catatan distribusi uang, dokumen pembayaran, dan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut.

Dari penyidikan polisi, ketiga tersangka menyelewengkan dana pengadaan bahan pakaian dinas PNS yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daetah (APBD) Asahan tahun 2003. Dari dana senilai Rp 2.141.320.000 yang dialokasikan, tidak seluruhnya diserahkan kepada pemasok. BPKP kemudian menemukan negara dirugikan Rp 843.802.406 akibat penggelembungan nilai satuan bahan pakaian tersebut. Dari keterangan dua tersangka lainnya, Risuddin menerima dana Rp 550 juta dari kelebihan dana yang ada. Uniknya, berbeda dengan tersangka Endang N. Wijaya dan Darmasyah yang langsung dikirim ke Rumah Tahanan Tanjung Gusta Medan, Risuddin justru dibantarkan penahanannya dengan alasan kesehatan.

"Pak Risuddin memiliki surat keterangan dokter sehingga harus untuk dirawat di rumah sakit dengan penjagaan ketat," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sumut, Fachmi. Nantinya, kata Fachmi, setelah dokter menyatakan Risduddin sudah sehat Kejati akan mencabut pembantaran dan akan menahannya. Memang sebelumnya Risuddin sempat dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Namun untuk kepentingan penyidikan, polisi menjemputnya dengan paksa dan tiba di Medan pada Senin (9/12/2006) malam. Selanjutnya dia dirawat di Rumkit Bhayangkara Medan. Satriawan Guntur Zass, selaku kuasa hukum Risuddin menyatakan, kliennya masih membutuhkan perawatan medis setelah dideteksi ada penyempitan pembuluh darah di jantung dan peningkatan kadar gula darahnya sampai sekitar 560.

"Kami menghormati proses penegakan hukum dalam kasus ini. Tetapi hendaknya semua pihak tetap menghormati hak asasi manusia sehingga klien kami bisa mengikuti persidangannya dalam keadaan sehat," kata Satriawan. (ary/)

Sumber : www.detiknews.com

Dibaca 752 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 644
Hari ini :4.067
Kemarin :10.486
Minggu kemarin:76.684
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.320.445
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi