infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Sulawesi Selatan > Kabupaten Luwu Utara > Gapeksindo Luwu Utara Soroti Sistem Tender Online

Sabtu, 23 Mei 2009

Gapeksindo Luwu Utara Soroti Sistem Tender Online

Luwu Utara, Sulawesi Selatan—Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeksindo) Luwu Utara menilai penerapan sistem tender online di daerah ini tidak menjamin pelaksanaan tender bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Pengurus organisasi ini menilai, terdapat pemenang tender yang ditetapkan oleh panitia yang tidak sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa.

Ketua Gapeksindo Luwu Utara, Idris, mengatakan, panitia lelang hanya memperhatikan sisi penawaran terendah dalam menetapkan pemenang tender proyek. Padahal, terdapat banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan pemenang tender. Salah satunya adalah penawaran responsif dan penawaran wajar. “Panitia lelang hanya mengedepankan aspek penawaran terendah untuk menentukan pemenang tender, dan tidak memperhatikan sejumlah aspek lainnya seperti nilai penawarannya wajar ataukah tidak,” ujar Idris, Jumat (22/5).

Dia mencontohkan, pada lelang proyek rehabilitasi jaringan tambak di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, sepanjang 5.757 meter dengan anggaran Rp 1,48 miliar, panitia tender memenangkan PT Amal Nur yang memberikan penawaran lebih rendah 40 persen dari total anggaran. Padahal spesifikasi penawaran tersebut dinilai tidak wajar. “Lelang proyek rehabilitasi jaringan tambak di Pattimang telah menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Kepres Nomor 80 tahun 2003. Sebab tidak mempertimbangkan tingkat kewajaran atau yang disebut penawaran terendah responsif,” ujarnya.

Idris juga mempertanyakan pertimbangan yang dilakukan panitia sehingga memenangkan PT Amal Nur yang penawarannya terlalu rendah dan sangat tidak wajar. Padahal dirinya mengaku sudah puluhan tahun bergelut di dunia kontraktor, baru kali ini menemukan pemenang tender adalah rekanan membuang 60 persen lebih.

Sementara koordinator utama pelaksanaan tender online Kabupaten Luwu Utara, Diana, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, mengaku tidak mengetahui persis tuntutan yang diajukan. “Saya tidak mengetahui jika ada kasus seperti itu. Tapi kami akan cek kembali,” ujarnya singkat.

Pimpinan proyek, Muharwan, mengakui proyek Rehabilitasi Jaringan Tambak Pattimang dimenangkan PT Amal Nur dengan penawaran rendah. Namun ia membantah tudingan menyalahi Kepres 80 tahun 2003. “Justru kebijakan itu telah menyelamatkan uang negara ratusan juta rupiah. Rekanan pemenang tender berjanji akan mengerjakan proyek itu sesuai spesifikasi yang ada, dengan dibuktikan surat pernyataan,” katanya.

Tender online atau e-procurement mulai dicanangkan oleh Pemkab Luwu Utara Februari 2009 lalu. Bupati Luwu Utara Luthfi A Mutty bahkan mengklaim bahwa sistem tender online tersebut yang pertama dilakukan di Sulawesi Selatan. MD4/rus

Sumber Berita : http://www.beritakotamakassar.com

Dibaca 1.454 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 295
Hari ini :245
Kemarin :13.898
Minggu kemarin:69.982
Bulan kemarin:353.178

Anda pengunjung ke 16.630.775
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi