Warning: Creating default object from empty value in /home/korupsi/public_html/_config/class.application.php on line 109

Strict Standards: mktime(): You should be using the time() function instead in /home/korupsi/public_html/inc/class.customSite.php on line 706

Strict Standards: mktime(): You should be using the time() function instead in /home/korupsi/public_html/inc/class.customSite.php on line 759
Berkas Korupsi Bandara Paser Rampung
infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Kalimantan Timur > Kabupaten Paser > Berkas Korupsi Bandara Paser Rampung

Rabu, 4 Januari 2017

Berkas Korupsi Bandara Paser Rampung

Balikpapan - Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kaltim merampungkan berkas pemeriksaan terhadap dua tersangka dugaan korupsi bandara Paser. “Berkas sudah P-21 atau dinyatakan lengkap,” jawab Direktur Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Nasri bersama Plt Kasubdit Tipikor Kompol Ida Bagus saat ditemui di kantornya, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan, Selasa (3/1).

Dengan lengkapnya berkas tersebut, maka segera dilimpahkan kepada Kejaksaan Kaltim untuk segera disidangkan. Namun, penyidik masih berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM RI dalam agenda ini. Sebab, kedua tersangka yakni Samsul Bahri selaku Direktur PT Likotama Harun dan komisarisnya, Supendi sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta untuk kasus serupa.

“Sudah kami koordinasikan dengan bersurat ke Kemenkuham,” ungkap perwira yang pernah menjabat Dirkrimsus Polda Kalimantan Selatan ini.

Bandara Paser di Rantau Panjang, Tanah Grogot, dibangun dengan sistem kontrak tahun jamak senilai Rp 389 miliar dari APBD Paser 2011–2014. Pencairan dana proyek itu diduga menyalahi aturan. Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim menyebutkan kasus itu merugikan keuangan negara/daerah senilai Rp 38,7 miliar.

Kasus ini telah menyeret delapan tersangka, yang terdiri dari kontraktor, konsultan pengawas, serta pejabat dan mantan pejabat Pemkab Paser. Mereka adalah Samsul, Supendi, Trisno, Bambang, Syaiful, Arham, Leonardo Oktorane Suhendro, dan Sunardi.

Modus dari para tersangka melakukan korupsi yakni membuat laporan tidak sesuai fakta di lapangan. Mereka menyetujui progres fiktif sehingga timbul kerugian negara.

Ditrkimsus Polda Kaltim mulai menyelidiki kasus tersebut sejak Maret 2015. Penyidik Ditkrimsus juga sempat menggeledah Kantor Dishub Paser dan mengamankan sejumlah dokumen terkait pembangunan bandara tersebut.

Selama 2016, Subdit Tipikor Ditkrimsus Polda Kaltim juga telah menangani kasus tipikor dengan total kerugian negara mencapai Rp 88.966.229.630,87. Dari jumlah tersebut, uang negara yang diselamatkan  mencapai Rp 7 miliar lebih. “Total ada proses sidik 13 kasus pada 2016. Sidik tunggakan 27 kasus, berkas tahap II 13 kasus (24 berkas perkara) dan P-21 ada 8 kasus (15 berkas perkara),” jelas Nasri.

Jumlah tersebut merupakan uang tunai yang tersimpan di rekening Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Kaltim. Selain uang tunai, ada pula benda tak bergerak. Seperti kendaraan, tanah, dan kebun.

Sumber: http://kaltim.prokal.co

 

Dibaca 333 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 630
Hari ini :5.472
Kemarin :12.928
Minggu kemarin:75.254
Bulan kemarin:344.515

Anda pengunjung ke
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :
Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi