Warning: Creating default object from empty value in /home/korupsi/public_html/_config/class.application.php on line 109

Strict Standards: mktime(): You should be using the time() function instead in /home/korupsi/public_html/inc/class.customSite.php on line 706

Strict Standards: mktime(): You should be using the time() function instead in /home/korupsi/public_html/inc/class.customSite.php on line 759
Jadi Tersangka Korupsi PT PWU, Dahlan Berencana Ajukan Praperadilan
infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Jawa Timur > Jadi Tersangka Korupsi PT PWU, Dahlan Berencana Ajukan Praperadilan

Jumat, 28 Oktober 2016

Jadi Tersangka Korupsi PT PWU, Dahlan Berencana Ajukan Praperadilan

Surabaya - Ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Panca Wira Usaha (PWU), Dahlan Iskan melawan. Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berencana mempraperadilankan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

"Kami masih akan berdiskusi dulu dengan keluarga klien dan tim kuasa hukum," kata pengacara Dahlan Iskan, Pieter Talaway, Jumat (28/10).

Pieter menilai, penetapan status tersangka kliennya oleh Kejati Jawa Timur itu, terlalu prematur. Apalagi langsung ditahan. Yang jelas, kata Pieter, ada pelanggaran dalam proses hukum yang dilakukan kejaksaan.

Lemahnya bukti yang menjerat Dahlan, masih kata Pieter, terlihat dari belum ditemukannya kerugian negara pada proses penjualan aset BUMD Pemprov Jawa Timur di Kediri dan Tulungagung pada 2003 silam.

Ini bisa dilihat dari belum selesainya Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menghitung kerugian negara. "Tapi klien kami sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bagaimana nanti jika ternyata tidak ada kerugian negara?," katanya bertanya.

Padahal, kata Pieter, berdasarkan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Anti Korupsi, yang dilayangkan kejaksaan kepada Dahlan, mengharuskan adanya kerugian negara.

"Secara materiil, kami melihat tidak ada pelanggaran pada penjualan aset PWU seperti disangkakan penyidik. Kejaksaan tidak ada bukti," tegas Ketua Dewan Penasehat Peradi Surabaya ini.

Lantas langkah apa yang akan dilakukan Dahlan? Kata Pieter, ada dua opsi yang akan diambil pihaknya, yaitu mengajukan praperadilan atau mengajukan penangguhan penahanan.

"Kami masih akan melihat kondisi kesehatan Pak Dahlan dulu. Nanti akan diputuskan apakah mengajukan penangguhan penahanan atau praperadilan dulu," ucapnya.

Selain itu, Pieter dan timnya juga masih mengkaji pokok perkara yang menjerat Dahlan. "Apalagi, tim kuasa hukum masih belum dipastikan siapa saja dan dari kantor advokat mana. Karena kemungkinan akan ada penambahan kuasa hukum," tandasnya.

Seperti diketahui, pasca-ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis malam kemarin, Dahlan Iskan kini berada di Rutan Klas I Surabaya, di Medaeng, Sidoarjo.

Dahlan yang menjabat sebagai Dirut PT PWU Tahun 2000 hingga 2010, diduga terlibat konspirasi dengan Wisnu Wardha, yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Saat kasus ini terjadi, yaitu 2003, Wisnu menjabat sebagai kepala biro aset, dan diduga menyelewengkan penjualan dua dari 33 aset milik BUMD Pemprov Jawa Timur yang dikelola PT PWU.

Sumber: https://www.merdeka.com

Dibaca 793 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 474
Hari ini :4.344
Kemarin :11.249
Minggu kemarin:58.720
Bulan kemarin:416.446

Anda pengunjung ke
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :
Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi