infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Sumatra Barat > Kota Sawahlunto > Korupsi Di Sawahlunto: Pengadaan Bibit Kakao Diduga Merugikan Negara Rp 290 Juta

Kamis, 7 Mei 2009

Korupsi di Sawahlunto: Pengadaan Bibit Kakao Diduga Merugikan Negara Rp 290 Juta

PadangBadan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) menemukan kerugian negara Rp 290 juta dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit kakao di Kota Sawahlunto. Hasil Audit dari BPKP ini akan digunakan Kejaksaan dalam menentukan kerugian Negara dalam kasus ini dugaan korupsi pengadaan bibit Kakao di Dinas Pertanian dan Kehutanan Sawahlunto pada tahun anggaran 2005 dengan nilai proyek Rp 900 juta.

Menururut Dedi Taufik Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Negeri Sawahlunto,Kamis (9/5) mengatakan dari perkiraan jaksa, kerugian Negara itu Rp 900 juta karena jaksa menganggap proyek pengadaan bibit itu gagal karena bibit tanaman kakao yang diberikan pada masyarakat banyak yang tidak memenuhi spesifikasi dan akhirnya mati.

“Tetapi BPKP mungkin melihat bibitnya ada, hanya spesifikasinya yag tidak sesuai, jadi itu yang dihitung, kita di Kejaksaan akan menggunakan hasil audit BPKP karena lembaga ini adalah auditor independent,” kata Dedi Taufik.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Sawahlunto sudah menetapkan dua mantan Pejabat Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sawahlunto Nasrun Bakar dan Yasman menjadi tersangka dalam kasus ini. Dalam proyek ini, Nasrun Bakar adalah Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa sedangkan Yasman menjadi pimpinan proyek.

Menurut Dedi TAufik, modus dugaan korupsi pengadaan bibit kakao senilai Rp900 juta ini melalui penunjukan langsung terhadap 16 rekanan tanpa tender. Pengadaan bibit kakao tidak memenuhi spesifikasi sesuai aturan Dirjen Perkebunan tahun 2007. Sesuai aturan Dirjen, spesifikasi untuk bibit kakao yang akan disebarkan ke petani itu minimal berdaun 10, baru layak sebar agar tidak rentan mati, namun berdaun 5 helai sudah disebarkan ke petani sehingga banyak yang mati.

Menurut Deddi Taufik, Kejaksaan telah menyita Rp60 juta dari 16 rekanan dan meminta mereka untuk mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp290 juta. “Bulan Juli kasus ini akan kita limpahkan ke pengadilan, dantidak tertutup bertambahnya tersangka lain,” kata Dedi Taufik. FEBRIANTI

 

Sumber: Tempointeraktif.com, Kamis, 07 Mei 2009

Dibaca 1.281 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 244
Hari ini :419
Kemarin :10.348
Minggu kemarin:79.101
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.429.608
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi