infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Kepulauan Riau > Provinsi Kep. Riau > Makan Uang Rakyat Rp 1 M: Eks-Kasir Dispenda Provinsi Kepri Ditahan

Kamis, 29 Januari 2009

Makan Uang Rakyat Rp 1 M: Eks-Kasir Dispenda Provinsi Kepri Ditahan

Kepulauan Riau—Setelah menjalani pemeriksaan selama dua jam di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, mantan Kasir Dinas Pendapatan (Dispenda) Provinsi Kepri Priyono akhirnya ditahan, Rabu (28/1) kemarin. Ia diduga melakukan korupsi pemotongan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan BPKB senilai Rp1,092 miliar, tahun 2005 lalu. ”Ada sekitar 16 pertanyaan yang kami ajukan,’’ ujar Asisten Pidana Khusus Kejati Kepri T Rahmat Syah SH usai memeriksa Priyono dari pukul 14.00 WIB berakhir hingga 16.00 WIB.

Selama menjalani pemeriksaan Priyono didampingi kuasa hukumnya Abdullah Siregar. Saat keluar dari ruang penyidik menuju mobil tahanan yang sudah disiapkan di luar gedung Kejati, Priyono dan kuasa hukumnya memilih bungkam. Tidak satu katapun ia lontarkan. Sampai di mobil, Priyono langsung masuk ke mobil bagian belakang dan kuasa hukumnya duduk di bagian depan bersama Rahmat. Ia akan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IB Tanjungpinang. ”Maaf, saya buru-buru,’’ ujar Rahmat saat berada di atas mobil.

Rahmat sempat mengungkapkan, Priyono mengaku tidak dapat menghadiri panggilan pertama karena ada gangguan kesehatan. “Priyono mejawab semua pertanyaan dengan bagus. Saat kita tanya kondisinya, ia mengatakan sehat. Sehubungan dengan alasan kesehatannya sebelumnya, ia juga membawa surat rujukan dari dokter tentang penyakit yang dideritanya,” terang Rahmat.

Sebelumnya, Kepala Kejati Kepri M Jusuf mengatakan tersangka diduga melakukan pemotongan dana BBNKB dan BPKB sekitar Rp1,092 miliar yang seharusnya disetorkan seluruhnya ke kas daerah ketika menjadi kasir Samsat Kepri.

Penyidik Kejati Kepri menduga tersangka tidak sendiri dalam melakukan korupsi itu. Namun, tersangka mengaku perbuatan tersebut dilakukannya sendiri dan untuk kepentingan pribadi. ”Kami menduga tersangka pasang badan. Rasanya mustahil dia dapat melakukannya seorang diri,” katanya.

Penyidik Kejati Kepri telah memeriksa 13 saksi yang terkait kasus tersebut. Kemungkinan jumlah saksi akan bertambah untuk melengkapi berkas perkara sebelum diajukan ke pengadilan. ”Tidak perlu lagi diaudit BPKP, karena kami sudah dapat menghitung nilai kerugian negara,” kata M Jusuf.

Dari data dan bukti yang diperoleh Kejati Kepri, pemotongan terjadi pada 16 November 2005. Dari Rp606 juta dana yang seharusnya disetorkan ke kas daerah, yang disetorkan hanya Rp372 juta. ”Sisanya Rp239 juta tidak disetorkan, tetapi digunakan untuk kepentingan sendiri,” katanya. Selanjutnya pada 17 November 2005 dari Rp529 juta yang seharusnya disetorkan ke kas daerah, sebesar Rp270 juta tidak disetorkan.

Hal yang sama dilakukan pada 19 November 2005, dari dana Rp625 juta yang harus disetorkan ke kas daerah, Rp193 juta yang tidak disetorkan dan digunakan untuk kepentingan pribadi. Pada 20 November 2005 dari Rp683 juta yang semestinya disetorkan ke kas daerah, sebesar Rp241 juta tidak disetorkan. Terakhir pada 21 November lalu dari Rp571 juta yang seharusnya disetorkan, sebesar Rp149 juta tidak disetorkan.

Atas perbuatannya, tersangka Priyono dijerat dengan Pasal 3, Pasal 8 dan Pasal 9 UU Nomor 31 Tahun 1999 atau UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

 

Sumber: Batam Pos, Kamis, 29 Januari 2009

Dibaca 745 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 626
Hari ini :4.928
Kemarin :8.890
Minggu kemarin:74.255
Bulan kemarin:311.399

Anda pengunjung ke 17.978.707
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi