infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Pusat > 15 Tahun Bui Hadiah MA Untuk Korupsi Asuransi Umar Zen

Selasa, 1 Oktober 2013

15 Tahun Bui Hadiah MA untuk Korupsi Asuransi Umar Zen

Jakarta - Mahkamah Agung memperberat vonis terhadap Direksi PT Tranka Kabel, Umar Zen dalam kasus korupsi dan pencucian uang pengelolaan dana investasi PT Asuransi Kredit Indonesia (Aksrindo). MA memvonis Umar Zen dengan pidana penjara selama 15 tahun.

Kabiro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur mengatakan Umar Zen terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Majelis hakim dalam putusan kasasinya menghukum Umar Zen 15 tahun penjara, denda Rp 5 miliar subsidair 2 tahun penjara.

"Dan uang pengganti Rp 62,5 miliar subsidair 3 tahun penjara," kata Ridwan Mansyur, Senin (30/9/2013).

Sebelumnya Pengadilan Tinggi Jakarta menghukum Umar Zen dengan pidana penjara selama 11 tahun, denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan serta uang pengganti Rp 62,5 miliar subsidair 3 tahun penjara.

Putusan kasasi pada 26 September 2013 ini diputus oleh majelis hakim Artidjo Alkostar, M.S. Lumme dan Mohamad Askin.

Kasus ini bermula ketika PT Askrindo menjadi penjamin L/C yang diterbitkan PT Bank Mandiri Tbk pada empat perusahaan yaitu PT Tranka Kabel, PT Vitron, PT Indowan, dan PT Multimegah.

Ketika memasuki jatuh tempo, empat nasabah tersebut tak mampu membayar L/C pada Bank Mandiri sehingga Askrindo harus membayar jaminan L/C pada Bank Mandiri. PT Askrindo kemudian menerbitkan Promissory Notes (PN) dan Medium Term Notes (MTN) atas empat nasabah itu.

Tujuannya agar jaminan yang dibayarkan Askrindo pada Bank Mandiri atas empat nasabah, kembali ke kas Askrindo. PT Askrindo kemudian menyalurkan dana kepada nasabah melalui jasa keuangan yakni manajer investasi.

Penempatan dana Askrindo dalam bentuk Repurchase Agreement (Repo), Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), obligasi, dan reksadana.

Namun manajer investasi dari empat perusahaan yakni PT Jakarta Asset Management, PT Jakarta Investment. PT Reliance Asset Management, dan PT Harvestindo Asset Management tidak dapat mengembalikan dana ke PT Askrindo.

Sumber: http://news.detik.com

 

Dibaca 206 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 76
Hari ini :2.762
Kemarin :8.994
Minggu kemarin:73.797
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.338.812
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi