infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Sulawesi Selatan > Kabupaten Luwu > Kejati Gantung Kasus Gernas Kakao

Sabtu, 22 Juni 2013

Kejati Gantung Kasus Gernas Kakao

Makassar - Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi menilai Kejaksaan Tinggi sudah terlalu lama menggantung kasus korupsi dana Gerakan Nasional (Gernas) Kakao di Kabupaten Luwu. Alat buktinya sudah kuat untuk melimpahkan kasusnya ke pengadilan.

Badan Pekerja ACC Sulawesi, Abdul Muttalib mengatakan, keterlibatan tersangka Saleh Rahim dalam kasus dugaan korupsi Gernas Kakao Kabupaten Luwu pada 2009 sudah kuat. Direktur PT Coya Coorporindo itu juga sudah ditetapkan tersangka.

Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel menyebutkan kasus ini sudah merugikan negara sebesar Rp5,2 miliar. Pengadilan Tipikor Makassar juga sudah menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada kepala bidang pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Luwu, Bambang Syam, dan Kuasa Direksi PT Coya Coorporindo, Ismail.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyebutkan ada hubungan kerja sama yang dilakukan dua orang atau lebih terkait kasus Gernas Kakao itu.

"Berdasarkan fakta tersebut kerugian negara tidak akan terjadi apabila tidak ada kerja sama Bambang Syam selaku PPK, Saleh Rahim, selaku penyedia barang yang menandatangani kontrak," jelas Abdul Muttalib.

"Tidak ada alasan yang kuat secara hukum bagi Kejati Sulsel untuk tidak menahan tersangka Saleh Rahim," jelas dia.

Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel, Chaerul Amir mengaku tidak memproses lebih lanjut kasus tersangka Saleh Rahim dengan dalih menghargai hak politiknya. Saleh Rahim memang disebut juga maju dalam Pilkada Luwu yang akan dihelat September nanti.

Atas dasar ini, chaerul mengaku khawatir akan merugikan seseorang secara politik. Statusnya juga baru tersangka.

"Bukan apa-apa atau ada pertimbangan macam-macam. Cuma yang bersangkutan sekarang sedang ikut pesta demokrasi. Kami mau berikan kesempatan. Biar hak dan pesta demokrasi itu berjalan dengan baik," katanya.

Kendati demikian, Chaerul mengatakan, bukan berarti kejati tidak memprosesnya. Keterlibatan tersangka terus didalami sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Diakuinya, kasus ini sengaja tidak diangkat ke publik.

Sumber: http://www.fajar.co.id

Dibaca 390 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 765
Hari ini :6.113
Kemarin :10.554
Minggu kemarin:73.797
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.333.118
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi