infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Riau > Kabupaten Pelalawan > Sidang Korupsi Islamic Center Pelalawan: Habiskan Rp 9 M Justru Gedung Rusak Parah

Rabu, 20 Maret 2013

Sidang Korupsi Islamic Center Pelalawan: Habiskan Rp 9 M Justru Gedung Rusak Parah

Pekanbaru - Sidang dugaan korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre, Kabupaten Pelalawan. Kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (19/3/13).

Sidang dengan agenda. mendengarkan keterangan saksi ini, Rully Affandai SH, selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, menghadirkan, Satri Nasrul, staf teknik PT Rimasada, sebagai saksi kehadapan majelis hakim yang diketua Krosbin L Gaol SH.

Dikatakan saksi, setelah menelan biaya sebesar Rp9 miliar, untuk pembangunan Gedung Islamic Center tersebut, hingga sekarang pembangunannya tidak pernah selesai. Bahkan, gedung yang direncanakan sebagai tempat ibadah umat Islam itu telah ditumbuhi rumput ilalang.

"Kondisi gedungnya rusak parah dan terurus. Karena banyak rumput ilalang yang tumbuh diarea pembangunan gedung tersebut, Pak Hakim," terang saksi.

Selain ditumbuhi ilalang lanjut Nasrul, disekitar bangunan Islamic Center terdapat juga kebun sawit yang tidak terurus. Tak hanya itu, akses masuk ke bangunan belum ada. Hanya tanah kuning yang ditumbuhi ilalang berukuran tinggi," kata Nasrul.

Kondisi ini didapatkan saksi setelah melakukan investigasi bersama PT Tres enginering di tahun 2009. Hasilnya, bagian dalam auditorium digenangi air, meski sudah dikeramik.

"Banyak air yang tergenang. Asal airnya tidak tahu. Yang jelas bukan dari atap. Soalnya, bangunan didirikan dilokasi tanah gambut," tutur saksi lagi.

Bahkan, gudang bangunan mengalami retak. Sedangkan lantai sayap kiri belum dicor. "Dan tangga yang ada di auditorium mengalami penurunan posisi.

Selain itu,Kondisi atap, tak ada ubahnya dengan kondisi auditorium. Beberapa atap belum terpasang. Sebab, rangka atap belum terbentuk.

"Bisa dikatakan belum ada atapnya," tegasnya.

Sepengetahuan saksi, bangunan seharusnya sudah selesai tahun 2008. Dikarenakan belum selesai, pembangunan kembali berlanjut di tahun 2009 dan anggarannya ditambah.

Usai mendengarkan keterangan Nasrul, majelis hakim kemudian meminta kepada JPU, untuk menghadirkan saksi lainnya.

Seperti diketahui,JPU Rully Afandi SH menghadirkan enam terdakwa dalam kasus korupsi yang telah merugikan negara sebesar Rp 7,7 miliar ini.

Keenam terdakwa itu yakni, Amrasul Abdullah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Ir Syahril, selaku Pengguna Anggaran, Tengku Azman, pelaksana tugas (Plt) Kepala Sub Dinas Cipta Karya, Fahran Ridwan. H Zakri, Direktur PT Langgam Sentosa (kontraktor) dan Rahman Saragih, supervisor engineer PT Wisatama Arsitek.

Atas perbuatannya, JPU menjeratnya dengan Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 18 UU no 31 tahun 1999, jo Pasal 3 junto pasal 55, tentang tindak pidana korupsi dan turut serta secara bersama sama melakukan tindak pidana korupsi.

Sumber: http://www.riauterkini.com

Dibaca 612 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 859
Hari ini :7.601
Kemarin :9.475
Minggu kemarin:65.089
Bulan kemarin:311.399

Anda pengunjung ke 17.792.011
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi