infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Pusat > Korupsi Simulator SIM Guncang Komisi III DPR RI

Senin, 4 Maret 2013

Korupsi Simulator SIM Guncang Komisi III DPR RI

Jakarta - Muhammad Nazaruddin belakangan ini kembali mengungkapkan informasi baru terkait keterlibatan sejumlah anggota Komisi III DPR dalam dugaan korupsi proyek simulator SIM pada 2011. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi III DPR Syamsuddin, Bambang Soesatyo, anggota DPR Fraksi PDIP Herman Heri, dan mantan Ketua Komisi III dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman.

Pengacara Nazaruddin, Elza Syarif mengungkapkan, kliennya siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan kasus yang diketahuinya. Kliennya setiap diperiksa sebagai saksi dalam kasus apapun, jika ia mengetahui, pasti akan memberikan sejumlah bukti untuk pendukung penuntasan kasus. "Nazar kalau diperiksa selalu bawa bukti dan saksi-saksinya siapa saja," kata Elza, di Jakarta, Senin (4/3).

Untuk diketahui, sesuai PP No 50 Tahun 2010, institusi Polri selaku lembaga negara berhak menggunakan 90% pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang disetorkan ke negara untuk membiayai kegiatan-kegiatan di kepolisian. Saat itu PNBP yang disetorkan sebesar Rp3 triliun. Tetapi pembiayaan kegiatan-kegiatan di Polri tidak langsung menggunakan PNBP-nya. Melainkan berdasar pada penetapan pagu yang dibahas oleh Kemenkeu dengan Polri.

Dari pembahasan pagu itulah kemudian dimasukkan dalam RAPBN 2011 yang diusulkan pemerintah secara keseluruhan ke DPR. Usulan pagu anggaran itu dibahas di DPR melalui nota keuangan.

Pembahasan dilakukan oleh DPR dan mitra kerja terkait yaitu Polri dengan Komisi III DPR. Kemudian juga dilakukan pembahasan dilakukan dalam rapat kerja anggaran, antara kementerian anggaran, DPR/komisi III dan lembaga (Polri) atau RKA-KL. Setelah pembahasan oleh DPR dan Polri, kemudian dibawa lagi ke Kemenkeu untuk ditelaah dan diselesaikan DIPA-nya.

Penyidik KPK bakal menelusuri dugaan keterlibatan sejumlah anggota Komisi III DPR dalam kasus simulator SIM pasca memeriksa empat politikus Senayan pada proyek sebesar Rp196,8 miliar itu beberapa hari lalu.

"Tentu semua keterangan mereka akan divalidasi, apakah bernilai benar atau tidak. Maksudnya apakah didukung bukti-bukti atau tidak," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Senin (4/3).

Johan membantah kabar jika pemeriksaan itu berdasarkan inisiatif keempatnya. Mereka dipanggil oleh penyidik KPK terkait kasus yang menyeret Djoko Susilo sebagai tersangka.

"Tidak benar (pemanggil itu inisiatif mereka). Itu panggilan KPK, untuk dimintai keterangan sebagai saksi," kata Johan.

Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menegaskan dirinya siap ditembak mati bila melakukan hal tak terpuji. Bambang disebut-sebut menerima dana Rp1 miliar dari kasus pengadaan Simulator SIM.

"Bersama ini saya tegaskan, berita tersebut tidak benar. Saya pribadi siap. Jangankan dipenjara. Ditembak matipun akan saya hadapi jika saya melakukan hal yang tidak terpuji itu. Dan saya tidak akan pernah bungkam menyuarakan kebenaran," tegas Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Seperti diketahui, selain tersangka dugaan korupsi proyek simulator, mantan Kepala Korlantas Mabes Polri Irjen Djoko Susilo juga dijerat dengan undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dugaan keterlibatan anggota Komisi III DPR RI tersebut dalam proyek simulator SIM pertama kali diungkapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk Djoko Susilo.

Dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota DPR 2009-2014, pada Kamis (21/2), Nazar menyatakan dalam kasus simulator ada tiga anggota DPR yang ikut terlibat dan menikmati uang proyek. Mereka adalah Azis Syamsuddin, Bambang Soesatyo, dan Herman Heri.

Sumber: http://www.surabayapost.co.id

Dibaca 259 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 1.262
Hari ini :9.684
Kemarin :12.772
Minggu kemarin:73.797
Bulan kemarin:295.929

Anda pengunjung ke 18.367.394
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi