infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Pusat > 3 Pejabat Kemenag Jadi Tersangka Baru

Kamis, 28 Februari 2013

3 Pejabat Kemenag Jadi Tersangka Baru

Jakarta - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan alat laboratorium dan alat peraga di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kementrian Agama pada 2010. perkembangan terbaru, Kejagung menetapkan tiga tersangka baru.

Menurut Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman, ketiga tersangka baru itu, antara lain Mantan Sesditjen Kementerian Agama Affandi Mochtar, Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Firdaus Basuni dan Unit Layanan Pengadaan (ULP), Rizal Royhan.

"Itu berdasarkan pengembangan yang dilakukan penyidik. Ditemukan alat bukti yang cukup atas ketiga orang tersebut," terang Adi kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Adi menjelaskan, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka sejak, Senin, 25 Februari lalu. Sekarang, proses penyidikan masih berlangsung dan Tim Jaksa Kejaksaan Agung bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih menghitung dan menentukan kerugian negara.

"Untuk memformulasikan secara pasti berapa kerugian negara dalam kasus ini, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa dihitung secara pasti," ungkap Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung itu.

Menurut Adi, sebelumnya Kejagung sudah menetapkan dua tersangka, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bernama Saefuddin dan Konsultan Tekhnologi Informasi bernama Ida Bagus Mahendra Jaya Marta.

"Kedua ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi sejak 29 November 2011 dan hingga saat ini belum ditahan," tutupnya.

Kasus dugaan korupsi di Kemenag, bermula saat memperoleh dana sesuai APBN Perubahan untuk proyek pengadaan alat laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) MTs dan Aliyah se-Indonesia. Proyek untuk MTs nilainya sebesar Rp27,5 miliar dan untuk Madrasah Aliyah senilai Rp44 miliar.

Kejagung menduga ada tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut. Pasalnya, para pemenang tender tidak langsung menjalankan proyek dan justru menyerahkan pada pihak lain.

Sumber: http://news.okezone.com

Dibaca 208 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 127
Hari ini :59
Kemarin :7.800
Minggu kemarin:68.197
Bulan kemarin:260.090

Anda pengunjung ke 17.421.942
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi