infokorupsi
Berita Korupsi se-Indonesia
Beranda > Kalimantan Barat > Kabupaten Sanggau > Kejati Kalbar Tahan Tersangka Korupsi Rp7,1 M

Selasa, 15 Januari 2013

Kejati Kalbar Tahan Tersangka Korupsi Rp7,1 M

Pontianak - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat tetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan obat cacing dan vitamin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau. Ketiganya kini telah ditahan di Rutan Klas IIA Pontianak, guna menunggu proses persidangan, Senin (14/1/2013).

Ketiga tersangka berinisial FP, RJB, dan PAP. Mereka diduga telah memanipulasi dana anggaran pengadaan obat cacing dan vitamin pada kegiatan peningkatan ketahanan fisik anak sekolah tahun 2006 dan 2007 di wilayah setempat. Akibatnya, keuangan negara telah dirugikan mencapai Rp7,1 miliar.

“Ketiga tersangka kita panggil untuk menjalani pemeriksaan. Hasil dari penyelidikan itu, ditemukan adanya kerugian negara,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Jasman Panjaitan melalui Aspidsus Kejati Kalbar, Didik, kemarin di Pontianak.

Ia mengatakan, salah satu tersangka adalah Direktur Rumah Sakit Umum Sanggau berinisial FP. Sementara RJB dan PAP adalah Panitia Pengadaan Pekerjaan Unit dan Panitia Pejabat Pembuat Komitmen. Ketiga tersangka memenuhi panggilan dengan datang dan mengikuti pemeriksaan sesuai prosedur.

"Akibat markup dalam pelaksanaan pengadaan obat cacing dan vitamin tersebut, muncul selisih nilai harga yang cukup besar," ungkapnya.

Pada tahun 2006, obat cacing itu dihargai Rp 6500 perbotol dengan harga aslinya yang hanya Rp 650 perbotol. Sedangkan untuk harga vitamin dihargai Rp 18500 perbotol dari harga aslinya Rp 3500 perbotol.

Kemudian di tahun 2007, mereka kembali melakukan hal serupa. Untuk obat cacing dihargai Rp 6975 perbotol dengan harga aslinya Rp 650 perbotol. Begitu halnya dengan vitamin, mereka menaikkan harga dengan menganggarkan dana Rp 20450 perbotol dari harga aslinya Rp 3500 perbotol.

“Kerugian negara untuk tahun 2006, senilai Rp2,4 miliar. Sedangkan tahun 2007, sekitar Rp4,7 miliar. Jika ditotalkan, kerugian negara akibat perbuatan ketiga tersangka mencapai 83 persen atau senilai Rp7,1 miliar,” kata Didik.

Sumber: http://sindikasi.inilah.com

Dibaca 532 kali

Bagikan informasi ini

Tulis komentar Anda !




Disclaimer Redaksi menerima komentar terkait Berita yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi dan menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak mengubah dan menghapus komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berbau pelecehan, intimidasi, berisi fitnah, atau bertendensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

POLLING

Menurut Anda, apakah putusan PN Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan praperadilan Anggodo Widjojo terhadap SKPP Kasus Bibit dan Chandra mencurigakan?
Ya
Tidak
Tidak Tahu

Statistik Pengunjung

Pengunjung Online : 1.355
Hari ini :9.724
Kemarin :10.615
Minggu kemarin:96.230
Bulan kemarin:396.528

Anda pengunjung ke 19.063.238
Sejak 01 April 2009

Subscribe

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan berita terbaru dari infokorupsi.com :

Delivered by FeedBurner

Atau klik feed tool berikut :

Add to Google Reader or Homepage Subscribe in Bloglines

Add to netvibes
Add to My AOL Subscribe in Rojo

Statistik pembaca via feed :

infokorupsi